Indonesia Boyong Literasi Award

10 September 2019 4:56 pm,

SWARNANEWS.CO.ID-JAKARTA, 10/9/2019) | Indonesia berhasil meraih penghargaan literasi dunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

Penghargaan tersebut diberikan kepada organisasi di Bali yakni BASAbali, yang berupaya melestarikan bahasa Bali melalui pembuatan aplikasi digital kamus bahasa Bali seperti tertulis dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Atas upaya pelestarian bahasa daerah tersebut, BASABali mendapatkan The UNESCO Confucius Prize for Literacy yang diberikan di Paris, Perancis, Senin.

Selain Indonesia terdapat dua negara lain yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni Kolombia dan Italia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini kepada Direktur BASABali Gde Nala Antara. Nala didampingi oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar dan Surya Rosa Putra, Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.

Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini mengatakan pada tahun ini UNESCO merayakan Hari Aksara Internasional dengan tema Literacy and Multilingualism, sebab literasi memiliki keterkaitan dengan bahasa.

BACA JUGA  SMB II Airport Wins Four Prestigious International Award

Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic pada tahun 2019 terdapat sekira 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar.

“Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, namun terdapat 2.680 bahasa yang nyaris punah,” kata Stefania.

Direktur BASABali Gde Nala Antara menuturkan program BASABali menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa.

Gde yang juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini mengatakan program yang ia kembangkan merupakan integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpusatakaan virtual.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASABali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang,” kata Gde Nala.

Untuk menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASABali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosa kata yang diunggah dalam laman mereka https://dictionary.basabali.org. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, menegaskan penghargaan itu merupakan pengakuan dunia. Indonesia telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan program literasi.

BACA JUGA  Nissan dan Datsun Raih Penghargaan di Indonesia International Motor Show 2019

Sebelumnya, pada 2012 Indonesia juga mendapatkan penghargaan sejenis, yakni UNESCO King Sejong Literacy Prize.

“Berdasarkan data UNESCO tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh UNESCO,” kata Surya.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar, menegaskan bahwa kunci keberhasilan BASABali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi serta pemberdayaan masyarakat.

Hal itu merupakan hasil berkolaborasi para akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk turut bersama mengembangkan aplikasi BASAbali. Bahasa daerah memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam.

“Dengan adanya kolaborasi itu dapat memperkaya bahasa Indonesia. Pemerintah telah berupaya memfasilitasi pengadopsian kosakata baru bahasa Indonesia dari bahasa daerah. Lestarikan bahasa daerah, kembangkan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing. Kemampuan menguasai bahasa menjadi pintu masuk untuk mempelajari berbagai keterampilan agar kita memiliki SDM yang unggul menuju Indonesia maju,” ajak Harris yang juga Komite Pengarah Aliansi Literasi Dunia (Global Alliance for Literacy) UNESCO itu.

Teks/Editor: Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait