Infrastruktur -Pertanian Yakin Turunkan Kemiskinan Banyuasin Satu Digit

SWARNANEWS.CO.ID-PANGKALAN BALAI, 15/9 /2019 | Pemerintah Kabupaten Banyuasin di Sumatera Selatan ingin menurunkan angka kemiskinan dari 11,8 persen menjadi satu digit dengan menjalankan program-program penanggulangan kemiskinan.

Bupati Banyuasin Askolani di Pangkalan Balai, Minggu, mengatakan bahwa menurunkan angka kemiskinan yang sekarang masih di atas angka rata-rata nasional 9,82 persen bukan pekerjaan mudah di tengah melemahnya harga komoditas karet dan kelapa sawit yang selama ini menjadi penopang hidup masyarakat Banyuasin.

Meski sulit, kami tetap optimistis dan terus berupaya melalui program-program tepat sasaran,” katanya.

Askolani, yang pada 18 September bakal genap setahun memimpin Banyuasin, merangkum program-program prioritas dalam “Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera”.

Program tersebut fokus pada perbaikan infrastruktur, peningkatan produksi pertanian, perbaikan pelayanan kesehatan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan peningkatan akses pendidikan.

BACA JUGA  Askolani : Pers Harus Mencerdaskan Masyarakat

Askolani yakin dengan dukungan potensi sumber daya alam Bayuasin sebagai daerah penyangga ibu kota Sumatera Selatan, Kota Palembang, bisa mencapai target penurunan kemiskinan.

“Luas wilayah hampir menyamai luas provinsi Jawa Barat, ada juga Taman Nasional hutan mangrove yang menjadi terbesar di Asia Tenggara dan belum lagi potensi lain di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Bisa dikatakan semua di sini ada, tambang juga ada walau tak sebanyak daerah lain,” kata dia.

Ia menambahkan, program kerja yang disusun oleh pemerintah kabupaten sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024, yang menitikberatkan pada penurunan angka kemiskinan dengan memaksimalkan pemberdayaan kemasyarakatan di sektor seperti pariwisata, UMKM, dan pertanian.

BACA JUGA  Dikabarkan Ada Pelantikan, Kepala OPD Mulai Kasak - Kusuk

Di sektor pariwisata, Kabupaten Banyuasin memiliki potensi wisata alam yang layak menjadi destinasi unggulan daerah seperti Taman Nasional Sembilang, Kampung Nelayan Sungsang, dan Danau Biru Banyuasin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan rencana induk pembangunan Kampung Nelayan Sungsang yang cakupannya meluas dari satu desa menjadi lima desa ditargetkan terealisasi 2020.

Pengembangan pariwisata di perkampungan nelayan tertua di Sumatera Bagian Selatan itu ditujukan bisa menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan warganya.

Teks/Editor:  Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait