Kenali Penurunan Kesadaran

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Banyak orang yang tidak familiar dengan istilah penurunan kesadaran. Kebanyakan orang menganggap jika seseorang tidak memberikan respons sama sekali merupakan penurunan kesadaran. Padahal penurunan kesadaran ini terdiri dari berbagai derajat, mulai dari yang paling ringan seperti konfusi (bingung) hingga paling berat seperti koma. Penurunan kesadaran bisa dialami siapa saja dan kapan saja.

dr Masita SPS

Nah, jika Anda mengalami kebingungan dengan waktu, tempat dan orang, itu mungkin Anda sudah mengalami konfusi. Dokter Spesialis Syaraf, dr Masita SPS dari Kelompok Staf Medis Neurologi RS Mohammad Hoesin Palembang mengatakan, definisi kesadaran atau sadar, adalah suatu kondisi dimana seseorang bisa memberikan respons yang sesuai terhadap diri maupun lingkungan eksternalnya. Kesadaran terdiri dari dua komponen yakni Arousal (kondisi bangun) dan kewaspadaan. Arousal Ini dapat dilihat dari kondisi seseorang yang membuka mata, kontak mata dan ekspresi wajah. Sedangkan Kewaspadaan erat kaitannya dengan fungsi kognitif. “Seseorang akan mengalami penurunan kesadaran jika salah satu atau kedua komponen tersebut terganggu dengan berbagai sebab” ujar dokter yang berusia 32 tahun ini.

Terkadang terdengar juga istilah pingsan. Pingsan merupakan kondisi penurunan kesadaran yang biasanya bersifat sementara. Sedangkan penurunan kesadaran dapat terjadi berapa jam, berapa hari, berapa minggu  atau lebih lama lagi,” cetus dokter yang menyelesaikan pendidikan kedokteran dan spesialis syaraf di Universitas Sriwijaya.

Penurunan kesadaran ada tingkatannya, dari yang paling ringan hingga berat,

  1. Konfusi

Yakni kondisi dimana seseorang tidak dapat berpikir dengan kecepatan yang biasanya. Dan pada kondisi ini akan terjadi disorientasi, kebingungan terhadap tempat, waktu dan orang. Misalnya, ketika ditanya, “Sedang berada di mana sekarang” orang tersebut akan salah menjawab ia sedang di rumahnya, padahal dia sedang ada di rumah sakit. Atau ketika siang hari, ia akan mengatakan kalau sekarang sedang malam hari.

  1. Somnolen
BACA JUGA  Olahraga Ringan Belum Akan Bakar Lemak

Seseorang tampak mengantuk, dan selalu ingin tidur. Ia bisa membuka mata jika diberikan rangsangan, misalnya dengan diberikan rangsangan suara dengan memanggil atau rasa nyeri, seperti mencubit.

  1. Stupor

Kondisi penurunan  kesadaran dimana seseorang sulit dibangunkan. Seseorang dapat memberikan respons jika diberikan rangsangan, namun responsnya bersifat lambat. Dan jika rangsangan itu dihilangkan, pasien akan kembali tidak sadar.

  1. Koma

Pasien tidak memberikan respons sama sekali, pasien tidak sadar baik terhadap diri dan lingkungannya.Pada kondisi ini meskipun dibangunkan dengan panggilan atau dicubit, ia tetap tidak sadar.

Lantas apa penyebab seseorang dapat mengalami penurunan kesadaran? Dokter Masita menjawab, ada berbagai penyebab seseorang mengalami penurunan kesadaran. Seperti:

  1. Stroke
  2. Meningoencepalitis atau radang otak dan selaput otak
  3. Epilepsi yang ditandai dengan kejang
  4. Kondisi toksisistas akibat zat-zat NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)
  5. Tumor otak
  6. Gangguan metabolisme akibat gagal ginjal, kadar gula darah terlalu tinggi atau malah gula darah terlalu rendah.
  7. Adanya gangguan elektrolit (misalnya natrium, kalsium) dalam tubuh. Misalnya pada seseorang yang mengalami diare sehingga banyak elektrolit yang terbuang.
  8. Kondisi sesak nafas yang menyebabkan kadar oksigen darah menurun
  9. Pasien dengan benturan kepala, karena kecelakaan lalu lintas, terjatuh, dll.

Kondisi penurunan kesadaran dapat terjadi secara cepat (akut) maupun perlahan-lahan. Pada kondisi akut penurunan kesadaran biasanya terjadi karena gangguan pembuluh darah, seperti stroke ataupun benturan di kepala. Penurunan kesadaran yang sub akut biasanya  berhubungan dengan infeksi sistem saraf pusat. “Sedangkan penurunan kesadaran yang perlahan-lahan biasanya disebabkan karena tumor otak atau gangguan metabolisme,” ujar dokter cantik ini lugas.

BACA JUGA  Hati-hati, Stres Timbulkan Gigi Ngilu

Ketika pasien mengalami penurunan kesadaran, maka untuk mendiagnosa penyebabnya, dilakukan beberapa pemeriksaan misalnya pemeriksaan darah rutin, kadar elektrolit, fungsi ginjal atau hati sesuai indikasi. Juga dilakukan pemeriksaan toksikologi darah, apabila dicurigai ada kondisi keracunan. Atau dilakukan pemeriksaan jantung, bisa juga dengan CT Scan atau MRI kepala. Serta dilakukan analisa cairan otak. “Namun, semua pemeriksaan ini bergantung pada indikasi penyakitnya,” jelas Dokter Masita.

Bisakah disembuhkan? Penyembuhan sangat tergantung pada penyebabnya. Misalnya jika penyebabnya gangguan elektrolit, dan kondisi ini diperbaiki maka seseorang akan kembali sadar. Kalau akibat kadar gula yang rendah, dengan pemberian glukosa akan memperbaiki kondisi. “Jika penyebabnya teratasi maka kesadaran pasien akan normal kembali,” kata dia. Namun jika tidak teratasi dapat berakibat fatal.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk pasien yang mengalami penurunan kesadaran, adalah dengan, mengecek responsnya, dengan memanggil atau mencubitnya. Jika ia tetap tidak ada respon, segera carilah pertolongan, baik dengan cara menelepon tim medis ataupun meminta bantuan dengan orang sekitarnya.

Kemudian lakukan pengecekan nadi dan nafas. Lakukan Look, Listen and Feel. Yakni melihat gerakan dinding dadanya, dengarkan bunyi nafasnya apakah ada bunyi seperti mendengkur atau kumur-kumur. Kalau ada kondisi tersebut kemungkinan ada hambatan pada jalan nafas misalnya ada cairan menyumbat jalan nafasnya. Bila ini terjadi, segera miringkan pasien, agar lidahnya tidak menutup jalan nafasnya sehingga ia dapat bernafas lebih baik. Juga merasakan napas pasien tidak kalah penting.

Jika seseorang dalam kondisi luka, berhati-hati lah terhadap kemungkinan fraktur/patah tulang.

Yang pasti, gangguan kesadaran merupakan kondisi kedaruratan medis sehingga harus segera di atasi,” tutup Dokter Masita. (*)

Teks/editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait