Kopertais Berikan Kuliah Umum di STAI Lubuklinggau

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah sekaligus  Koordinator Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VII, Prof. Drs. H.M. Sirozi, M.A., Ph.D. berikan  kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari (30/10) Jalan Yos Sudarso Lubuklinggau dengan tema Kuliah Umum adalah Problematika dan tantangan Perguruan Tinggi Islam di Era Milenial.

Prof. Drs. H.M. Sirozi, M.A., Ph.D, menyampaikan bahwa dalam era milenial sekarang atau era revolusi industri 4.0,  yang menjadi tantangan Perguruan Tinggi Islam adalah kesiapan mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang berintegritas. Mahasiswa yang lulus menjadi alumni,  harus memiliki integritas yang baik. Mahasiswa dalam menempuh perkuliahan dalam pendidikan di perguruan tinggi harus menyiapkan diri sebagai alumni yang punya integritas.  Integritas itu bisa tercapai jika mahasiswa  menempa dirinya dengan berbagai macam kegiatan akademik terutama tingkat minat membaca.

Membaca yang dimaksud, bisa saja membaca buku secara langsung maupun melalui media online yang sekarang ini sudah tersedia. Buku-buku online (E-Book) saat ini sudah banyak dan mudah didapatkan dengan gratis. Hal ini artinya bahwa untuk membaca itu sekarang ini mudah sehingga tidak ada lagi alasan tidak punya buku atau tidak punya uang untuk membeli. E-Book saat ini sudah banyak dan bisa di-download untuk meningkatkan pengetahuan. Hanya saja E-book  yang ada sebagian besar berbahasa asing, terutama bahasa Inggris sekitar 80%, 4% berbahasa Arab. Kendala berikutnya kalau mahasiswa lemah dalam bidang bahasa, tentunya walaupun gratis tapi tidak bisa memanfaatkan media E-book ataupun buku-buku yang berbahasa asing sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Kemudian, menyiapkan perpustakaan yang nyaman sebagai contoh kalau di Eropa, perpustakaan sudah 24 jam buka, bahkan di perpustahaan tersedia sarana-sarana untuk istirahat, untuk mandi dan sebagainya.  Kemudian yang kedua kalau sudah punya integritas, yang tidak kalah penting adalah kemampuan berkomunikasi. Sebagaimana diketahui kalaupun kita punya skill, punya keterampilan,  punya ilmu pengetahuan yang tinggi, tapi jika tidak bisa berkomunikasi untuk menyampaikan apa yang kita miliki maka itu akan menjadi sia-sia.

BACA JUGA  KPAI Minta Awasi Anak Sekolah Tidak Ikut Demo

Komunikasi itu artinya baik secara verbal atau melalui lisan baik berbentuk  wawancara maupun dalam bentuk komunikasi tidak langsung yaitu melalui tulisan. Tulisan dapat berbentuk karya ilmiah yang berkualitas. Selanjutnya yang ketiga adalah kerjasama.  Dengan kata lain mahasiswa atau alumni harus punya integritas, punya kemampuan komunikasi yang baik dan harus mampu untuk bekerja sama dengan siapapun. Kita tidak bisa berjalan sendiri karena kita membutuhkan kerja sama dengan pihak pihak lain.

“Tiga hal inilah yang menjadi tantangan yang harus disiapkan oleh generasi milenial menghadapi dunia kerja,” beber Sirozi.

Ketua STAI Bumi Silampari, Ngimadudin, S.Ag, M.H., melalui Wakil Ketua Bidang Pendidikan,  Zainal Azman, M.Pd.I mengatakan bahwa banyak hal yang didapat dari kuliah umum ini, khususnya untuk para dosen, dimana kalau sudah menyebut mahasiswa di dalamnya itu ada peranan dosen, artinya keberhasilan mahasiswa itu muara kuncinya juga dengan dosen.  Akhirnya apa yang diharapkan menjadi tantangan itu juga terlebih kepada dosen,  bagaimana dosen menyiapkan peserta didik,  apakah memiliki integritas atau sebaliknya. Dengan kata lain dosen dalam member atau menyampaikan atau menyajikan mata kuliah ya bagaimana menimbulkan minat pada mahasiswa untuk ingin tahu yang tinggi.

Dosen dituntut juga lebih kreatif, tidak bisa hanya model-model pembelajaran yang tidak interaktif, Bagaimana dosen memberikan penugasan penugasan kepada mahasiswa untuk belajar mandiri. Kemudian yang kedua juga masalah komunikasi.

Jadi dosen harus bisa menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana berkomunikasi, bagaimana mahasiswa berkomunikasi dengan sesama sebayanya, teman sejawatnya. Bagaimana komunikasi mahasiswa dengan dosen, bagaimana komunikasi kepada orang yang lebih tua dan lain nya. Harus menjadi catatan kita untuk mengarahkan mahasiswa dan menjelaskan tentang bagaimana berkomunikasi yang baik.

Kunci keberhasilan belajar itu juga tergantung pada kemampuan berkomunikasi yang efektif untuk diprioritaskan pada dosen dalam menyampaikan materi mata kuliahnya. Ketiga sistem perkuliahan sebaiknya tidak dilaksanakan satu arah melainkan kita laksanakan secara interaktif dan komunikatif artinya dengan sendirinya mereka akan saling menghargai, dengan saling menghargai itu akan menghasilkan kerjasama yang baik. Hikmah bagi kita sebagai dosen yang juga harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapi tahun angkatan milenial sekarang ini.

BACA JUGA  Wapres resmikan pesantren IMMIM Maros

Selanjutnya bagaimana dosen memberikan materi kuliah sekarang ini dengan memformulasikan penyajian mata kuliah sesuai dengan keadaannya,  tidak terbatas dan tidak dibatasi jadi memberikan memberikan kepercayaan yang tinggi kepada mahasiswa untuk mengembangkan dirinya untuk menyampaikan aspirasi pemikirannya terutama dalam kegiatan kegiatan akademik dan non akademik berupa pengembangan diri. Hal ini sangat penting karena ada integritasnya ada komunikasinya dan ada kerjasamanya, jadi kegiatan-kegiatan mahasiswa non akademik harus lebih banyak, harus lebih meningkat.

Selain dipersiapkan oleh dosen sebagai tenaga pengajar untuk mencetak generasi unggul, juga keterlibatan pengelola lembaga. Tentunya adanya perkembangan ilmu pengetahuan diperlukan inovasi-inovasi baru dari lembaga kita. Maka kita telah  mengikuti berbagai macam workshop terutama untuk memperbarui kurikulum kita dengan workshop KKNI, dalam penulisan tentang jurnal OJS untuk meningkatkan kemampuan mutu kualitas dari jurnal kampus kita, dimana sekarang sudah ada jurnal lembaga sebanyak dua jurnal prodi pai dan KPI. Hal ini  menjadi tantangan kita secara lembagauntuk terakreditasi paling tidak nasional.

Saat ini Perguruan tinggi tidak lagi hanya membuat kegiatan berskala nasional namun sekarang di perguruan tinggi itu harus sudah memiliki kegiatan berskala Internasional, sudah wajib bukan pilihan. Oleh karena itu insya Allah tahun depan, karena itu bukan pilihan maka harus kita lakukan walaupun bagaimana usaha dan upaya kita karena beberapa kampus yang ada di Lubuklinggau ini juga itu sudah banyak yang melakukan kerjasama internasional dan seminar internasional lainnya” pungkas Zainal.

Teks: Supriadi
Editor : SaronoPS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait