Sumsel Memasuki Musim Peralihan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG, 04/11 /2019 | Provinsi Sumatera Selatan memasuki musim peralihan pada pekan pertama November 2019 dengan ditandai mulai terjadinya hujan di beberapa kabupaten dan kota.

Kasi Data Dan Informasi BMKG Klimatologi Klas I Kenten Nandang Pangaribowo, di Palembang, Senin mengatakan musim hujan yang terjadi ini dipengaruhi badai di Samudera Pasifik yang mengakibatkan masa udara tidak berpotensi membentuk awan hujan, namun setelahnya tekanan rendah di Laut Cina Selatan meningkat membuat awan hujan mulai terlihat.

“Ada potensi turun hujan lebat karena terdapat intrusi masa udara kering dari belahan bumi selatan yang melintasi wilayah Samudera Hindia Selatan,” kata dia.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan meski puncak hujan akan terjadi pada Januari dan Februari, namun awal November ini telah memberikan dampak.

BACA JUGA  Akhir Tahun Pembangunan Bank Sampah Selesai

BMKG mengingatkan warga Sumatera Selatan untuk mewaspadai potensi badai dan hujan es sepanjang November ini karena berpotensi hujan petir, gelombang tinggi dan hujan es serta puting beliung, terutama di kawasan Sumatera Bagian Selatan khususnya Sumatera Selatan dan Sumatera Bagian Barat.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi saat peralihan musim atau masa pancaroba yang terjadi di bulan November ini.

“Kita akan memasuki awal musim hujan, maka pada periode menuju ke sana dinamakan musim transisi atau pancaroba. Potensi yang dapat terjadi banjir, petir, tanah longsor, kemudian puting beliung juga mesti diwaspadai,” kata Miming.

BACA JUGA  Satu Pokmas Dijatah Sampai Rp. 200 juta

Sementara itu dilansir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2020.

Dua bulan sebelum puncak musim hujan, cuaca akan ekstrem.

Hal-hal yang perlu diwaspadai di antaranya turunnya hujan lebat disertai petir, angin puting beliung, angin kencang, dan hujan es.

Miming juga mengatakan, pada November perlu diwaspadai terjadinya gelombang tinggi di perairan barat Sumatera hingga selatan Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait