Wawako Fitriyanti Kunjungi Rizki Aditya Di RSMH Palembang

6 November 2019 6:36 pm,

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Wakil Walikota Palembang Fitrinda Agustinda berkunjung ke RSMH, Rabu (6/11/2019), untuk melihat kondisi kesehatan pasien Rizki Aditya yang dirawat di Ruang Selincah RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang.

Kedatangan Wawako ini diterima oleh Direktur Utama RSMH Dr. Mohammad Syahril,Sp.P,MPH. Menurut dr. Syahril, secara umum keadaan pasien berangsur membaik dari hari pertama masuk RSMH. Namun kondisi kesehatan pasca operasi tetap dipantau secara intens oleh dokter penanggungjawab pelayanan yaitu dr. Sindu Saksono,Sp.BA dan dr. Hertanti, Sp.A.

Dikatakan Fitrinda, karena orangtua dari Rizki Aditya dari keluarga tidak mampu dan bukan sebagai peserta JKN, maka pemerintah kota Palembang akan menanggung semua biaya pengobatan pasien selama di rawat di RSMH Palembang.

Beberapa waktu lalu, aksi galang dana untuk membantu bocah malang bernama Risky Aditia (10) sempat viral di sosial media.

BACA JUGA  Daftar Obat Lambung Ditarik

Diketahui, Adit merupakan anak kurang mampu yang mengalami sakit diusus sehingga harus dioperasi. Karena tak ada BPJS Kesehatan ia pun sempat viral dan sejumlah warganet mempostingnya di sosial media.

Saat dikunjungi oleh orang nmor dua di kota Palembang ini, Adit nampak masih terlihat kesakitan. Selang inpus dan alat bantu pernafasan di hidungnya pun masih terpasang.

Bocah berusia 10 tahun ini pun terlihat nampak kurus dan kondisinya masih terlihat sangat lemas.

Rika, ibu kandung Adit di dampingi tante Adit, Feni mengatakan, anaknya masuk rumah sakit sejak 24 Oktober lalu. Awalnya anak semata wayangnya ini mengeluhkan batuk dan muntah-muntah.

“Sebelum masuk ke rumah sakit ini, Adit sempat dibawa ke klinik dan juga sempat menginap,” ujarnya Feni.

Karena keadaan tak membaik, dokter klinik pun merujuk ke rumah sakit agar segera ditangani lebih lanjut.

BACA JUGA  Hati-hati, Stres Timbulkan Gigi Ngilu

“Sempat bawa ke klinik karena badanya lemas gak mau makan. Terus diinfus sampai 3 hingga 4 botol infus setelah itu sempat pulang,” jelasnya.

Namun, saat pulang kembali sakit lagi dan perutnya kembung seperti masuk angin.
“Setelah itu kami bawa ke klinik lagi dan dirujuk ke rumah sakit. Awalnya kami gak mau kerumah sakit karena gak ada BPJS jadi takut biaya mau dari mana,” jelasnya.

Dijelaskannya, dulu, Adit punya BPJS ditanggung oleh kantor tempat bapaknya bekerja namun setelah berhenti kartu BPJS nya tidak bisa digunakan lagi.

“Keadaanya sekarang sudah mulai membaik pasca di operasi di ususnya. Kata dokter ada kotoran yang berada didalam ususnya dan masih dipastikan penyebabnya,” bebernya. (*)

Teks/editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait