Edhy Prabowo Ingin Kesenjangan Petambak Besar – Rakyat Diperkecil

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA | Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menginginkan kesenjangan hasil produksi antara petambak dengan modal besar dengan petambak rakyat di berbagai daerah, dapat diperkecil sehingga tingkat produktivitasnya sama-sama tinggi.

“Masih banyak yang harus perlu kita perbaiki dan benahi, seperti di budidaya udang,” kata Edhy Prabowo dalam acara peluncuran buku “Total Akuakultur” dalam rangkaian acara Indoaqua 2019 di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Menurut dia, ada kesenjangan yang luar biasa besar antara hasil produksi petambak udang rakyat dengan petambak besar yang menggunakan sistem intensif dengan menggunakan teknologi yang lebih maju.

Edhy mengungkapkan, hasil udang petambak dengan sistem intensif bisa mencapai sekitar 50-60 ton setahun. Sedangkan hasil produksi petambak rakyat itu kerap paling bagus 1 ton per tahun.

Bila kesenjangan itu dapat diatasi dan tingkat produktivitas petambak rakyat juga semakin meningkat, maka diyakini akan terdapat tambahan devisa negara yang luar biasa besar jumlahnya.

BACA JUGA  Ahmad Rizal, Komite BPH Migas Jalin Sinergi Dengan Para Pemred Media Massa di Palembang

Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga mengajak agar semakin banyak anak muda yang ke depannya tertarik untuk menjadi pembudidaya komoditas sektor kelautan dan perikanan.

Sebelumnya, KKP terus mendorong pengembangan budidaya udang jerbung dengan cara antara lain memberikan bantuan dan pendampingan kepada pembudidaya. “Udang jerbung merupakan komoditas yang tepat untuk dikembangkan di Indonesia karena ketersediaan induk hampir tersedia di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga memudahkan untuk dilakukan pengembangan,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.

Menurut Slamet Soebjakto, selain merupakan jenis udang lokal asli Indonesia, secara teknis komoditas ini mempunyai potensi ekonomi yang lebih menguntungkan dengan biaya produksi usaha yang lebih efisien serta lebih tahan terhadap penyakit.

Sebagaimana diketahui, udang merupakan komoditas utama penopang kinerja ekspor produk perikanan Indonesia. Volume ekspor udang pada tahun 2018 mencapai 197,42 ribu ton atau 17,53 persen dari total ekspor.

BACA JUGA  Begini Perkiraan Konsumsi BBM dan Listrik saat Natal-Tahun Baru

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Salim Fakhry mengapresiasi kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait dengan capaian yang dihasilkan sektor perikanan budi daya nasional yang dinilai berjalan dengan baik dan berdampak langsung terhadap perekonomian warga.

“Jika kita lihat produksi perikanan budidaya di Indonesia, pada tahun 2019 triwulan I tercatat naik sebanyak 3,03 persen atau sebesar 4,65 juta ton dibandingkan dengan tahun 2018 triwulan I sebesar 4,56 juta ton. Dan jika dibandingkan dengan waktu yang sama, produksi perikanan tangkap hanya mencapai 1,9 juta ton,” kata Salim Fakhry.

Menurut Fakhry, hal itu berarti bahwa produksi perikanan budidaya nasional sudah dapat dikatakan mendahului atau berada di atas produksi perikanan tangkap di Tanah Air. (*)

 

Teks: antara

Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait