Penerapan Industri 4.0 Masih Banyak Ganjalan

SWARNANEWS.CO.ID, BOGOR, 11/11 /2019 | Indonesia siap memasuki era revolusi industri 4.0 untuk lima sektor industri yakni, makanan-minuman, tekstil, otomotif, kimia, dan elektronika, tapi masih menghadapi tantangan yakni kendala adanya 10 persoalan yang harus diatasi.

“Indonesia sudah siap memasuki revolusi industri 4.0 untuk lima sektor indsutri, tapi untuk memasuki industri 4.0, tidak bisa begitu saja dimasuki. Ada prasyarat yang harus dipenuhi,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bambang Riznanto, pada Seminar Internasional ke-5 “Innovation Research Science, Technology dan Culture (IRSTC) 2019” di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta, Senin.

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain, Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Prof Dr Edie Toet Hendratno, Rektor Universitas Pancasila Prof Dr Wahono Sumaryono, serta sejumlah pakar lainnya.

BACA JUGA  Harga Rokok Indonesia Tergolong Mahal

Hadir juga guru besar dari Beuth University of Applied Sciences Berlin, Jerman, Prof Dr-Ing Ralf Forster yang menjadi guru besar tamu di Universitas Pancasila, beberpa guru besar dari Universitas di Malaysia, serta beberapa pembicara dari Indonesia.

Lima sektor industri yang disiapkan memasuki revolusi industri 4.0 tersebut, dinilai sebagai sektor yang dominan pada industri manufaktur Indonesia. “Adopsi industri 4.0 sasarannya untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran lima sektor industri tersebut,” katanya.

Namun, untuk memasuki industri 4,0, kata dia, ada prasyarat yang harus dipenuhi dan ini menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia. “Ada 10 prasyarat yang menjadi tantangan Indonesia antara lain, harmonisasi aturan dan kebijakan, kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, pemenuhan target SDGs,” katanya.

BACA JUGA  Batasi Penyaluran Premium

Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono, mengatakan, mendukung sepenuhnya pelaksanaan Seminar Internasional ke-5 “Innovation Research Science and Technology Culture” (URSTC) yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

Seminar tersebut dihadiri pembicara yakni sejumlah pakar dari Jerman serta Malaysia, yang telah bekerja sama dengan Universitas Pancasila.

Pada kesempatan tersebut, Wahono juga mengatakan, menyambut baik program Pemerintah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. “UP mencermati arah kebijakan Pemerintah dalam menghadapi revolusi indisutri 4.0 dengan berupaya menerpkannya sebagai bekal pendidikan bagi mahasiswa UP,” katanya.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait