2020 Ekonomi Menantang, BCA Berharap Ada Gebrakan Pemda

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pasca perhelatan Asian Games 2018 lalu, ekonomi Sumatera Selatan bergerak datar. Kondisi ini disebabkan karena tidak ada faktor penggerak dominan roda perekonomian seperti tahun lalu.

Kepala Kantor Wilayah VI BCA Palembang Daniel Hendarto menilai, kondisi ekonomi tahun depan akan beregerak datar. Potensi untuk tumbuh tetap ada, hanya saja persentasenya tidak terlalu signifikan.

“Tahun depan saya lihat belum ada penggerak yang cukup signifikan untuk merangsang ekonomi. Tidak ada event, ditambah dengan karet dan sawit yang menguasai lebih dari 50 persen perekonomian Sumsel, juga masih lesu,” jelas Daniel kepada Swarnanews di ruang kerjanya Jumat lalu (29/11/2019).

Untuk tahun ini secara umum kondisi perekonomian tidak terlalu jelek. Hanya saja jika dibandingkan tahun lalu pertumbuhannya tidak terlalu bagus. Sebagai gambaran tahun 2018 lalu, saat ada Asian Games, target kinerja BCA Sumbagsel selama satu tahun, sudah bisa dicapai hanya kurun waktu delapan bulan saja. Sementara tahun ini meski ada pertumbuhan, namun tidak signifikan.

BACA JUGA  Alex Noerdin Paparkan Kiat Dan Inovasi Membangun Sumsel

“Saya berharap akan ada gebrakan dari pemerintah daerah untuk merangsang perekonomian tahun depan. Bisa melalui event. Sebab selama ini Sumsel atau Palembang terkenal dengan kota event. Mulai dari Sea Games hingga Asian games, dan itu terbukti mampu menggerakkan ekonomi,” terangnya.

Untuk mencapai target kinerja BCA, pihaknya masih berharap di dua bulan terakhir. Sebab biasanya saat itulaH ada lompatan transaksi yang cukup signifikan.

BACA JUGA  Biasakan Menabung Sejak Dini, Wujud Pendidikan Keuangan Bagi Anak

Selain tidak ada faktor penggerak dominan untuk ekonomi tahun depan, kondisi ini semakin dipersulit dengan resesi ekonomi global. Tekanan dari perang dagang dan perang sukubunga serta mata uang dunia. “Kondisi itu akan menggencet ekonomi kita. Makanya saya merasa bisa tumbuh 5 persen saja ekonomi kita itu sudah sangat bagus,” terang dia.

Kinerja dana BCA tahun ini, menurut Daniel, growth maksimal yang bisa dicapai berkisar 8 persen. Turun dibandingkan tahun lalu diangka 12 persen. Praktis hanya sektor perdagangan yang masih bisa mendongkrak kinerja, sementara yang lain kurang menggembirakan. “Harus saya akui tahun ini agak ngos ngosan dan pencapaian kami pas pasan,” katanya lagi. (*)

Teks: ilham
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait