Herman Deru Ingin Pendamping Desa di Sumsel Lebih Bernyali

Beri Pembekalan Pendamping Lokal Desa Se-Sumsel

 

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Keberadaan Pendamping Lokal Desa (PLD) sangat diperlukan dalam membantu, memfasilitasi, dan bekerjasama dengan aparatur desa, untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa sesuai ketentuan berlaku.

Sebagai seorang anak Kepala Desa yang legendaris, HD mengaku punya ikatan emosional tersendiri dengan para pendamping desa. Alasan itu pula yang membuat Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru mendapat panggilan jiwa dan tanggung jawab moril, sebagai Gubernur untuk memberikan pembekalan bagi PLD.

PembukaanPelatihan Pendamping Lokal Desa Provinsi Sumsel, di Hotel Beston,

Hal tersebut disampaikannya saat membuka dengan resmi Pelatihan Pendamping Lokal Desa Provinsi Sumsel, di Hotel Beston, Senin sore (2/12/2019).

BACA JUGA  Deru Launching Sumsel Berahlak Doakan ASN Ingat Tanggung Jawab

Menurutnya, ukuran seorang pendamping bukanlah akademi melainkan nyali yang tinggi. Nyali yang kuat itulah menjadi modal penting memahami berbagai macam karakter para pemimpin di desa.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur di desa, berpacu pada empat tahap antara lain, legal aspek, orientasi pembangunan tidak fiktif, dan bermanfaat. Sebab jalan desa harus terakses ke jalan kabupaten dan jalan provinsi.

“Pendamping harus punya mental yang kuat untuk menghadapi bupati/walikota tentang pentingnya konektivitas. Selurus apapun infrastruktur, sebaik apapun jaringan irigrasi, sebagus apapun produktivitas, kalau tidak ada konektivitas maka akan jadi barang bernilai rendah,” katanya.

BACA JUGA  Kirim Delia SMA 17 ke Italia, Deru Titip Sumsel

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan desa, bukan hanya menaklukan situasi sesaat, namun mengelola potensi yang ada di masing- masing desa. “Saya yakin saudara-saudara sekalian terpilih menjadi pendamping desa, karena orang-orang yang hebat. Jangan pernah lelah mengawasi desa,” tambahnya.

Ia menambahkan, standar awal pendamping desa adalah niat, memberikan bimbingan secara persuasive. “Pemimpin itu pasti membangun dan berguna bagi masyarakat. Ketika adik-adik membiarkan moda pembangunan di desa itu apa adanya. Itu artinya sama saja membuat desanya tidak maju,” pungkasnya. (*)

 

Teks: rilis

Editor: maya

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait