Pemusnahan Barang Hasil Penindakan 2019 ‘Gempur Rokok Illegal’

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |
Pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Tidak Dikuasai (BTD) hasil tegahan selama penindakan tahun 2019, berlangsung di Halaman KPPBC TMP B Palembang, Rabu (4/12/2019).

Barang penindakan tersebut berupa 8.487.086 batang rokok, 14.431 botol MMEA, 264 botol HPTL, 97 Kg tembakau iris, 14 Pcs airsoft gun dan sparepart, senjata tajam, 136 pcs sex Toys, 109 pcs alat kesehatan, 36 pcs anak panah, 12 lembar pakaian dan 3 pcs kosmetik.

Kegiatan ini secara rutin dilakukan oleh
Kanwil DJBC Sumbagtim dan KPPBC TMP B Palembang melalui kegiatan operasi pasar di beberapa titik.

“Melalui kegiatan operasi pasar yang bertajuk ” Gempur Rokok Ilegal ” berhasil melakukan penindakan terhadap BKC hasil tembakau iris, Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) serta HPTL yang menggunakan pita cukai bekas, palsu dan bukan peruntukannya maupun tanpa dilekati pita cukai yang melanggar ketentuan undang-undang Cukai no 39 tahun 2007,” kata Dwijo Muryono, Kakanwil DJBC Sumbagtim.

BACA JUGA  Gubernur Himbau Kepala Daerah Upayakan Insentif Dokter Internsip

Barang-barang yang akan dimusnahkan adalah dikategorikan sebagai barang dilarang dan dibatasi (LARTAS), didapat persetujuan pemusnahan dari Kanwil DJKN Sumsel dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPPNL) Palembang.

Total nilai barang keseluruhan hasil penindakan yang dimusnahkan sebesar Rp 3,5 miliar dengan potensi kerugian negara yang di timbulkan Rp 3,6 miliar. “Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar atau dirusak untuk menghilangkan fungsi dan sifat awal dari barang yang digunakan,” jelasnya.

Di sepanjang tahun 2019, hasil penindakan sebanyak 176 pelanggaran di bidang Kepabeanan dan Cukai. Pelanggaran ini terdiri dari 278 impor barang kiriman pos, 319 di bidang Cukai HT, 27 bidang impor umum, 67 impor barang penumpang, 14 cukai MMEA lokal, 7 cukai MMEA impor, 3 ekspor barang penumpang dan 1 ekspor umum.

BACA JUGA  Disnaker Luluskan 256 Pekerja Bersertifikasi

” Dari penindakan tersebut terdapat 12 kasus yang telah ditingkatkan ke proses penyidikan dengan rincian 1 kasus ditangani Kanwil DJBC Sumbagtim, 4 kasus di tangani KPPBC TMP B Palembang, 7 kasus di tangani KPPBC TMP C Jambi. Diperkirakan nilai barang sebesar Rp 32 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 29 miliar,” paparnya.

Selain di Kanwil DJBC Sumbagtim dan KPPBC TMPB Palembang, pemusnahan BMN dilaksanakan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan di lingkungan Jambi sebanyak Rp. 8,6 juta batang rokok ilegal dengan kerugian negara mencapai Rp 3 miliar, Pangkal pinang sebanyak 1 juta batang rokok kerugian Rp 376,4 juta, Tanjung Pandan berjumlah 12 ribu kerugian negara sebesar Rp 140,6 juta.

“Pemusnahan ini merupakan salah satu usaha DJBC untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta industri dalam negeri,” tandasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait