KRASS Minta Tuntaskan Konflik Tanah di Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Ratusan masyarakat tani yang tergabung dalam Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan (KRASS) menggelar orasi unjuk rasa di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Sumsel, Selasa (10/12/2019)

Massa meminta pihak BPN dan Pemerintah Sumsel untuk menyelesaikan dan memfasilitasi permasalahan lahan tanah milik petani dengan perusahaan di Kabupaten dan Kota.

“Saya berharap BPN/ATR Sumsel segera menuntaskan semua konflik lahan para petani di Sumsel. Karena di duga ada ketimpangan atas kepemilikan tanah para petani yang telah di serobot oleh pihak perusahaan,” ujar Sekjen KRASS, Dedek Chaniago, usai orasi

Diungkapkan Dedek, dari 9 juta hektar luas tanah di Sumsel, 6.3 juta hektar telah di kuasai oleh pihak perusahaan, hanya 1 juta hektar milik masyarakat.

“Artinya kalau dibagi 8 juta penduduk Sumsel, hanya 0.5 hektar milik petani, jelas ini ada ketimpangan dan melanggar UU pokok agraria tahun 1960, bahwa setiap manusia dan masyarakat wajib memiliki tanah, sementara masyarakat sedikit tidak memiliki tanah,” jelasnya

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 86 tahun 2018 tentang reforma agraria, bahwa harus menyelesaikan semua kasus-kasus tanah dan jalankan reforma agraria.

“Syaratnya itu tanah-tanah yang bermasalah, tanah tidak ada HGU, stop perpanjang izin, jadi semua masyarakat dari 17 kabupaten/kota yang hadir disini semua tanahnya berkonflik dengan perusahaan, yang HGU nya bermasalah, tidak ada HGU, dan perpanjangan HGU sepihak,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kakanwil BPN/ATR Sumsel, Muchtar Deluma SH sangat mengapresiasi semua serikat organisasi tani yang tergabung dalam KRASS.

“Kita adakan koreksi total dan sangat responsibiliti yang telah berpegang pada peraturan,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya akan membuat tim untuk menyelesaikan semua permasalahan tanah yang diduga telah diserobot oleh perusahaan.

“Saya minta semua komponen tani menyiapkan data untuk diverifikasi, dan ini ada proses juga tahapan dalam penyelesaiannya,” tandas Kanwil .

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait