Resensi Buku: “Ketika Tuhan Menyapa”

  • Religiusitas Seorang Psikolog

SWARNANEWS.CO.ID, YOGYAKARTA |Meski kemewahan dan semua gemerlap kehidupan sering menjadi dambaan anak manusia. Tetapi ternyata bagi Ratna Yunita Setiyani Subardjo kondisi itu  bukanlah sesuatu yang menjadi idamannya. Buktinya melalui buku sederhana setebal  54  halaman dengan 27 judul-judul kecil  itu, pada kata pengantarnya dia mengakui kalau jalan hidupnya berjalan mulus-mulus saja,  maka kemungkinan buku itu tak akan pernah terlahir atau diterbitkan.

Sebab justru dengan berbagai tempaan hidup dari keluarga yang penuh kesederhanaan dan menjalani semua semua rangkaian  hidup dan interaksi  dengan sekitar membuatnya banyak menemui berjuta pengalaman yang sangat berharga seperti mozaik yang menyusun dan  mewarnai kehidupan wanita yang juga dosen dan pendiri Prodi Psikologi di Universitas Aisyiah Yogyakarta (Unisa).

Uniknya, buku yang cetak perdana Maret 2019 ini, diakuinya muncul dari hobynya menulis sejak kecil yang tertuang di medsos baik berupa Facebook, Instagram atau lainnnya. Sebagai Sarjana Psikologi alumnus Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan magister Psikologi Profesi  Universitas Ahmad Dahlan  (UAD) Yogyakarta ini,  wajar kalau apa yang dia lihat, rasakan hingga berbagai hal berkaitan dengan sesuatu yang tak kasat mata menjadi bagian perenungannya dalam keseharian.

Pada judul pertama “Ayat-Ayat Semesta” sebagai muslimah dia memulai kritik pada keadaan luar sekaligus bagian dari kritik bagi dirinya sendiri. Sebagai muslimah yang berpegang teguh pada al-Quran dan hadits sebagai panduan kehidupan dari yang fana menuju keabadian. Perempuan kelahiran  Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan ini memberikan masukan.

Sebagai  preview  judul itu dia menulis  film Ayat-Ayat Cinta 2 memang saat ini lagi booming. Tetapi lebih fundamental dari film  itu, sebagai hamba beragama Islam seyogyanya kita lebih menukik pada ayat-ayat alam semesta yang terhampar sebagai ciptaan Allah SWT dan bukti Kemahakekuasaan Allah yang tak terperi. Alam yang terbentang itu seyogyanya menjadi ajang bagi manusia untuk mengenal diri dari  sendiri dalam baik berupa anatomi tubuh yang sifatnya mikrokosmos sampai fisiologis, keunikan fisik dan kejiwaan manusia,  sampai dengan betapa besar alam semesta ciptaan Allah  yang memiliki harmoni yang luar biasa.

BACA JUGA  Trik Sehat Agar Puasa tidak Lemas

Kepada para penghafal ayat-ayat suci itu dia berpesan agar jangan hanya memokuskan hafalan tapi tidak memahami arti sesungguhnya. Sebab semua ayat al Quran memiliki arti yang sangat  dahsyat dan sangat berguna bagi manusia. Baik dalam dalam perspektif ilmu sejarah, kondisi kekinian hingga proyeksi keilmuan masa  depan.

Hal yang menarik sebagai psikolog dia ternyata tak terjebak kebebasan berfikir dan mendewakan akal seperti  Nietse filosof yang berani memproklamirkan bahwa Tuhan Telah Mati, naudzubillah, katanya.

Judul ini kemudian dia lanjutkan dengan pembahasan yang cukup relevan yakni Bab Menuntut Ilmu, Belajar dari Kehidupan, termasuk Belajar dari Kerbau. Sayangnya tulisan belajar dari kerbau amat singkat jadi hanya berupa kontemplasi diri melihat aktifitas kerbau yang konsisten pada perjuangannya tiap hari baik dalam hal mencari makan ataupun kontinyuitas hewan itu seolah punya cita-cita yang fokus dia perjuangkan tiap hari. Manusia yang lebih sempurna harusnya memiliki etos dan semangat juang lebih dahsyat daripada kerbau.

Kemudian juga dibahas tentang betapa ketergantungan kita terhadap handphone dalam Nomophobia, cara menemukenali anak berkebutuhan khusus (ABK) dan perlakuan ideal yang seharusnya dilakukan terhadapnya. Hal yang tak kalah menarik adalah soal psikologi abnormal yang banyak diidap masyarakat zaman now berkaitan dengan demam selfie yang sangat berlebihan yang bisa memicu gangguan jiwa.

Hal yang lain juga yang layak dijadikan renungan agar bijak bertindak adalah berkaitan dengan arti sebenarnya orang kaya. Ternyata  kaya itu  sejatinya bukan berorientasi memburu harta yang kemudian jadi rakus. Tetapi adalah kebajikan diri dengan merasa cukup dan selalu bersyukur atas anugerah dari Allah SWT.

Lalu soal dahsyatnya doa dan dahsyatnya semburan api dari setan. Dalam bahasan ini penulis menasehatkan kepada pembaca betapa pentingnya niat semua lillahi taala. Sebab dengan niat ikhlas itu amalan kecil bisa bermakna besar di hadapan-Nya. Namun sebaliknya amalan besar bisa tak berarti apapun di hadapan Allah SWT karena niatnya bercampur riya yang ingin puja puji dari manusia.

BACA JUGA  Tips Tubuh Bugar, Perbanyak Gizi Saat Buka dan Sahur

Buku ini ditutup dengan makna hakiki perjalanan panjang manusia. Dunia ini tak lebih diibaratkan kita mampir minum. Hanya sekejap. Oleh karena itu amat sesatlah kita kalau mengejar dunia yang fana melupakan kehidupan akhirat yang hakiki dan abadi. Itulah kehidupan sesungguhnya yang akan kita tuju.

Buku  yang diterbitkan oleh The Phinisi Press Yoyakarta ini ini pas untuk semua pembaca dari berbagai usia. Hal yang menjadi masukan  dari segi cover cukup menarik menggambarkan jalan lurus dan daun-daun yang   berguguran. Itulah filosofi kehidupan semua kita akan gugur kembali pada  keabadian. Kemudian di cover belakang komentar dari Prof. Hans Pols dari The University of Sydney. Begitu juga di halaman dalam komentar dari banyak pakar kenamaan dalam bidang psikologi.

Masukan yang juga layak untuk diperhatikan karena buku ini disajikan hanya berupa narasi. Akan lebih hidup dan menarik kalau disertai dengan visualisasi dengan ilustrasi yang relevan. Bukankah dalam adagium kepenulisan media satu gambar bisa mewakili lebih dari seribu kata.

Di luar itu,  apresiasi luar biasa kepada penulis dengan menulis buku itu  menjadi pemacu dan pemicu kepada  kita semua. Ternyata banyak hal yang bisa kita tulis dan bukukan dari aktifitas keseharian apapun profesi kita.  Hal itu menjadi wahana untuk  saling memberikan masukan dan saling bercermin dalam kebenaran dan kesabaran. Wallahu’ a’lam bishowab.

Teks/Editor: Sarono PS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait