Kinerja dan Pengalaman Kandidat Tentukan Posisi Pemenang Pilkada 2020

SWARNANEWS.CO.ID, BABEL, 04/1/2020 | Peneliti politik, pemilu dan demokrasi dari Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung, Ranto mengatakan faktor kinerja dan pengalaman kandidat akan menjadi penentu pilihan masyarakat pada Pilkada Kabupaten Bangka Barat 2020.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan, faktor kinerja dan pengalaman kandidat sangat menentukan pilihan politiknya, yakni sebanyak 73,3 persen,” kata Ranto di Mentok, Sabtu.

loading...

Selain kinerja dan pengalaman, faktor kualitas atau kompetensi kandidat juga menjadi penentu dan disukai sebanyak 67,8 persen responden, selanjutnya visi misi program kandidat sebanyak 61,1 persen, agama 61,1 persen, asal daerah 43,9 persen, dan etnisitas dipilih sebanyak 42,2 persen responden.

Menurut dia, temuan hasil penelitian itu meyakinkan bahwa rekam jejak calon pemimpin atau kandidat peserta Pilkada 2020 yang menjadi pertimbangan utama dan menentukan untuk dipilih masyarakat.

BACA JUGA  NKRI Harga Mati, Pemerintah Tidak Buka Opsi Referendum Papua

“Politik identitas atau SARA tidak akan berlaku dalam Pilkada 2020,” ujar Ranto.

Ia mengatakan, pilihan utama para pemilih tetap akan melihat calon pemimpin yang memiliki rekam jejak memadai, baru kemudian faktor lain seperti kedaerahan, agama dan etnisitas menjadi pertimbangan pemilih dalam menentukan pilihan politiknya.

Selain melihat kinerja dan jejak rekam kandidat, dalam survei yang dilakukan kepada responden warga Bangka Barat yang memiliki hak pilih menyebutkan fenomena politik uang tidak bisa diabaikan dan bisa menjadi perhatian dalam melihat dinamika politik di daerah itu.

Ia menyebutkan, sebanyak 30 persen responden mengaku pernah menerima praktik politik uang dalam perhelatan demokrasi yang telah berlangsung, bahkan terdiri dari 33,3 persen mengaku praktik tersebut merupakan hal yang wajar.

BACA JUGA  KPK Surati Presiden Terkait Revisi UU KPK

“Kondisi ini harus menjadi catatan penting semua pihak baik peserta, penyelenggara dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga marwah demokrasi di daerah itu,” kata Ranto.

Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan menggunakan metode penelitian survei opini public pada 29 Oktober 2019 hingga 1 Desember 2019 dengan wawancara tatap muka langsung terhadap 180 responden warga Bangka Barat pemilik hak pilih. Survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of erors kurang lebih 4,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait