Tiga RT Bukit Lama Terparah Banjir

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan kunjungan di Balai Kantor Lurah Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang dalam rangka pertemuan dengan seluruh RT dan RW sebanyak 90 orang.

Dari hasil pertemuan itu, berbagai macam persoalan yang selama ini mereka resahkan sudah dibicarakan dan disampaikan terkait permasalahan penanggulangan masalah banjir.

loading...

Sebenarnya, Pemkot Palembang sudah sering turun kelapangan untuk mengatasi masalah banjir. Namun kawasan Bukit Lama masih terendam dengan banjir terutama pada tanggal (26/12/2019) kemarin.

Oleh karena itu, besok siang pada Sabtu (4/1/2020), telah disepakati bersama untuk hadir melihat apa yang bisa dilakukan Pemkot Palembang.

“Tadi, ada permintaan dari warga sekitar supaya dibuatkan kolam retensi. Mudah-mudahan dari pertemuan dan silaturahmi ini ada kesepakatan bersama,” kata Fitri, Jumat(3/1/2019).

“Saya berharap jikapun ada bangunan liar yang berdiri diatas sungai ataupun saluran aliran air tidak serta merta untuk bentrok dengan warga. Masyarakat harus sadar dan mengakui benar bahwa bangunan ini liar dan sepantasnya untuk dirobohkan agar mempermudah Pemkot bekerja,” tambah dia.

BACA JUGA  Nasdem PALI Buka Pendaftaran Balon Kada 2020

Dijelaskan, rata-rata keluhan masyarakat terkait persoalan banjir. Oleh sebab itu Pemkot Palembang akan fokus dalam menanggulangi permasalahan itu.

Sesuai data BMKG Kota Palembang, mulai dari bulan Februari sampai dengan Maret curah hujan tertinggi itu di Kota Palembang. Diperkirakan curah hujan mencapai tiga kali lipat dari sebelumnya.

“Mewakili Pemkot Palembang, saya sudah mengadakan rapat dengan semua pihak untuk membentuk tim percepatan penanggulangan banjir. Salah satunya kegiatan kita hari ini,” jelas Fitri.

Sementara itu, Lurah Bukit Lama, Alexander Sip juga menyampaikan, bahwa titik-titik banjir di kelurahan Bukit Lama berlokasi di RT 02, 05, 34, 21, 16, 20. Sementara RT 10 dan 11 yang bersentuhan langsung dengan aliran sungai.

BACA JUGA  Imigrasi Palembang Beri Kemudahan Overstay Bagi WNA

“Sebenarnya, ditahun 2017, 2018 sudah dianggarkan oleh Pemkot Palembang untuk pembuatan aliran saluran air. Namun, pembangunan itu terputus tidak sampai menuju jembatan Lebak Keranji. Diperkirakan ada 200 meter yang kurang sehingga apabila diselesaikan maka akan tersambung,” ungkap Alex.

Terkait penyumbatan yang tertutup oleh lintasan jalan sehingga air tidak bisa mengalir, nantinya akan dilihat apakah dibawah cor jalan tersebut banyak kayu bekas penyangga coran atau memang sampah yang bertumpuk.

“Untuk titik-titik banjir terparah itu berlokasi di RT 34, 21, 02. Namun ada beberapa titik lagi sekitar 35 RT dari 75 RT yang terkena dampak titik tergenang air,” pungkasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait