Dugaan Pemukulan Karyawan Warung Co Diselesaikan Secara Kekeluargaan

SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT | Berita tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Brimob terhadap 3 orang pegawai Waroeng Co yang beralamat di jalan Serelo Kecamatan Lahat, mendapatkan klarifikasi langsung dari Fritzki selaku perwakilan dari keluarga pemilik Warung Co.

Selain itu, pihak yang diduga dianiaya juga di hadirkan dalam pertemuan yang juga menghadirkan rekan-rekan dari media yang ada di Kabupaten Lahat.

Dalam klarifikasinya, Fritzki mengatakan bahwa sebenarnya kedua belah pihak sudah tidak ada masalah dan persoalan ini sudah di damaikan secara kekeluargaan.

Bahkan sebelum mediasi yang dilakukan, kedua belah pihak sudah berdamai dan berjanji tidak akan melakukan upaya hukum di kemudian hari.

“Sebenarnya kita sudah berdamai, tapi saat kita akan ke rumah sakit datang pihak Humas Polres Lahat untuk memediasi kami agar permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Fritzki, Senin (06/01) malam.

Sementara itu, Roni salah seorang karyawan Waroeng Co mengatakan hal yang sama, bahwa permasalahan ini sudah selesai dengan berdamai secara kekeluargaan. Roni juga menambahkan bahwa ia dan dua orang rekannya sudah memahami dan menyelesaikan semua permasalahan ini dengan cara kekeluargaan.

“Jadi kami tidak akan memperpanjang permasalahan ini lagi, kami juga sudah saling memaafkan,” terang Roni.

Sebelumnya, terjadi percecokan antara ketiga korban dengan dua oknum yang diduga Brimob. Ketiganya tersebut dibawa ke belakang Tribun lapangan Seganti Setungguan ex.Mtq. Di sinilah awal mula mereka diintrogasi oleh oknum Brimob tersebut.

Menurut keterangan dari korban, bahwa oknum Brimob tersebut tidak puas dengan jawaban dari mereka terkait tuduhan pencurian handphone milik pacar tuan Warung Co yang bernama Faritzki.

Dibelakang tribun inipun ketiga korban harus mengakui bahwa merekalah yang mengambil handphone tersebut.

“Sempat kami ditanya dan dipaksa untuk mengakui bahwa kami yang ngambek hp itu, kami dibariskan diluar mobil tepat dibelakang tribun,” terang Rizki salah satu korban. “Memang kami dibawa ke sana dan kami disuruh mengakui, kami sebenarnya tidak mengambil handphone tersebut,” ujarnya.

Setelah melakukan negoisasi antara Faritzki dan keluarga korban, akhirnya mereka memutuskan untuk berdamai secara kekeluargaan baik kepada korban maupun keluarga korban. (*)

Teks : Jumra
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait