Cekcok di Orgen Tunggal, Satu Nyawa Melayang

SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT | Acara Orgen tunggal di Desa Tertap Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat mengakibatkan dua kelompok remaja adu mulut dan berujung pada maut.

Bermula dari cek cok dua kelompok pemuda, yakni kelompok pelaku berinisial Y beranggotakan tiga orang dengan kelompok korban Apriansyah alias Yansah. Pada saat itu yansah dengan keempat temannya juga berada di acara orgen tunggal tersebut.

Usai menghunuskan senjata tajam ke tubuh korban sebanyak lima kali dan melihat korban tersungkur ke tanah, Y langsung berlari meninggalkan lokasi kejadian.

Tujuh jam kemudian petugas Polres Lahat berhasil mengamankan tersangka dengan mengumpulkan keterangan saksi saksi yang berhasil dihimpun.

Namun, dalam perjalanan dengan mengendarai kendaraan petugas menuju Markas Polres Lahat, tsk berusaha melarikan diri dan sempat keluar kendaraan, sesuai SOP dengan tegas dan terukur pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan senjata api.

“Pelaku berhasil diamankan petugas, pelaku pada saat melakukan tindakannya saat acara orgen tunggal di desa Tertap kecamatan Jarai. Selanjutnya petugas terpaksa memberikan peringatan tegas dan terukur karena pelaku berusaha melarikan diri usai diamankan pada saat perjalanan ke Polres Lahat,” terang Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK, MH, CLA pada saat Press Confrence di Markas Polres Lahat, Rabu (08/01).

Dikatakan Irwansyah, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun dan 351 ayat tiga penganiayaan. Dirinya juga menghimbau kepada warga khususnya di kabupaten Lahat, agar mematuhi dan mengindahkan himbauan yang dilakukan pemerintah kabupaten Lahat untuk tidak mengadakan acara orgen tunggal. Mengingat, sudah banyak korban yang meninggal dunia di acara hiburan musik dimaksud.

“Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang lain. Saya mengajak mari kita sama sama mematuhi dan sama sama untuk tidak melakukan acara orgen tunggal. Sudah banyak korban meninggal di acara OT ini, serta hindari membawa senjata tajam,” jelasnya.

Informasi terangkum, pelaku sendiri pernah terjerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan serta tindak pidana curanmor, pelaku sempat mendekam di balik jeruji besi. Pelaku, saat ditanya perihal kasus yang pernah menjeratnya membenarkan bahwa dirinya pernah mendekam di penjara berdasarkan kasus dimaksud.

”Pernah dipenjara kak, waktu itu aku maling alat semprotan (tanki) racun rumput,, ya  saat itu kalau dak salah hampir setahun aku dihukum,” tuturnya.

Untuk kejadian yang baru saja dirinya lakukan, Y mengungkapkan penyesalannya. Saat kejadian tersebut dirinya dalam pengaruh alkohol dan untuk awal masalah dijelaskannya si pemilik masalah yang awalnya cek cok adalah sahabatnya.

“Awalnyo kami betiga, waktu itu baru sudah minum Alkohol empat botol kami. Aku cuma bela kawan aku yang nak dikeroyok samo budak yang aku tujah, sempat aku mundur cuma rombongan korban nyerang aku galo. Aku memang bawa pisau, langsung aku cabut dan aku tujahke ke arah mereka. Aku dak tau kalau dia meninggal, aku nyesal kak,” sesal Y.

Teks : Jumra
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait