Gelar Doa Bersama TNI Ajak Introspeksi diri

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Doa Bersama TNI Polri dan Pemerintah Daerah dalam rangka Hari Ulang Tahun (Hut) ke-74 Kodam II Sriwijaya, berlangsung di Halaman Makodam II Sriwijaya, Selasa (7/1/2020).

Doa bersama dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya, Waka Polda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, dan Tokoh Masyarakat, H Alim serta para habaib.

Dalam sambutannya, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan mengucapkan selamat datang kepada Habib Luthfi asal Pekalongan yang menyempatkan hadir di Makodam II Sriwijaya dalam rangka “Doa Bersama” sekaligus memberikan tausiyah.

Intinya kedepan Sumsel bisa aman, nyaman dan masyarakat bisa beraktivitas, serta perekonomian bergerak dengan baik.
Kemudian keamanan ketertiban masyarakat dan pembangunan bisa baik untuk tahun 2020.

“Jika pembangunan bergerak dan perekonomian berjalan, mudah-mudahan bisa maju. Disinilah tujuan TNI dan Polri selalu membantu Pemerintah baik daerah maupun pusat, dalam satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan rakyat Sumsel melalui doa bersama,” katanya

Menurut Mayjen Irwan, makna dari Hut TNI ke-74, sebagai mengrefleksi dan mengintrospeksi diri pengabdian di tahun 2019 sudah baik atau belum.

“Jika hal-hal baik bisa dilanjutkan dan ditingkatkan. Sedangkan yang kurang secara bersama-sama masyarakat dan warga Kodam II Sriwijaya untuk meningkatkan di tahun 2020 untuk bisa eksis dan baik dalam menjaga keutuhan NKRI wilayah Sumbagsel,” ujarnya

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya dalam sambutannya juga mengucapkan selamat Hut TNI ke-74, semoga keberadaan Kodam II Sriwijaya dapat membantu sinergitas pemerintah daerah dalam membangun Sumsel pada khususnya dan Indonesia secara umum.

Sementara itu, Habib Luthfi asal Pekalongan dalam tausiyahnya memaknai Hut TNI sebagai membangkitkan kembali, guna memberikan serta mencontoh suri tauladan kepada generasi yang sekarang maupun akan datang.

Dengan menguak mutiara-mutiara terpendam di dalam sejarah sriwijaya berarti memberikan dorongan sekaligus membentuk nasionalisme.

“Jika nasionalisme tanpa pengetahuan sejarah itu sangat meragukan. Tapi apabila orang tersebut nasionalisme maka akan kuat pengetahuan sejarahnya,” katanya

Selain itu, makna Sriwijaya tersendiri dipakai nama Kodam berarti dapat melahirkan ray generasi patriotisme-patriotisme yang akan siap membangun bangsa untuk kedepan dalam menghadapi tantangan umat dan zaman.

“Generasi tidak bisa di ombang ambing dengan sesuatu perpecahan umat, bangsa dan negara. Takutnya, apabila ada oknum yang memberikan kesempatan untuk berbagi dengan bangsa lain dalam memecah Indonesia menjadi beberapa bagian,” jelasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait