Konsumsi BBM Pertamax di NTT Tembus 86 Persen

SWARNANEWS.CO.ID-Kupang, 08/1/2020- Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mencatat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama periode satuan tugas (satgas) Natal dan Tahun Baru 2020 mencapai 86 persen.

“Konsumsi Pertama di NTT kali ini untuk Natal dan Tahun Baru mencapai 86 persen, ” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji kepada ANTARA di Kupang, Rabu (8/1).

Ia merincikan tercatat konsumsi Pertamax di NTT sebanyak 30 kiloliter (KL) /hari dari rata-rata harian 16 KL/hari. Konsumsi yang naik tersebut diyakini berasal dari meningkatnya masyarakat yang berlibur dan juga turis mancanegara yang berkunjung.

Rustam Aji menyatakan dengan adanya peningkatan tersebut membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan sudah semakin baik.

BACA JUGA  Kegagalan Pemda-DPRD Menetapkan APBD Bentuk Penghianatan Pada Rakyat

“Tidak hanya itu, produk Gasoline lainnya seperti Pertalite juga mengalami kenaikan konsumsi hingga 11 persen dari rata-rata normal harian,” tambah dia.

Seperti yang diketahui, Pertamax merupakan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 92, dimana memiliki keunggulan dalam hal pembakaran mesin yang lebih optimal dan efisien, serta membersihkan dan melindungi mesin dari karat. Selain itu, pertamax memiliki emisi yang rendah sehingga dapat menjaga lingkungan sekitar.

“Hal ini sangat baik untuk masyarakat, karena NTT memiliki destinasi wisata favorit Pulau Komodo dan Labuan Bajo sehingga penting untuk terus menjaga kelestarian alam yang berada di wilayah tersebut”, tambah Rustam.

BACA JUGA  CSR Perusahaan Diminta Aktif Danai Sekolah Pinggiran

Khusus untuk kawasan wisata seperti Labuan Bajo sendiri, Pertamina mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax) sebesar 5.5 persen dari rata-rata normal harian.

“Peningkatannya sebanyak 40,6 KL/hari dari rata-rata normal harian 38,5 KL/hari”, ujar Rustam.

Khusus bahan bakar Pertamax, tercatat peningkatan yang signifikan, yakni 66,7 persen dari rata-rata normal harian atau sebanyak 3,1KL/hari dari rata-rata normal 1,8 KL/hari.

Di sisi lain, bahan bakar Pertalite juga mengalami peningkatan konsumsi sebesar 7 persen atau sebanyak 25,2 KL/hari dari rata-rata normal 23,6 KL/hari.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait