Jamsostek Siap Bersinergi dengan UKM

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek), berharap di tahun 2020 semua pemangku kepentingan di Sumsel bisa bersinergi dalam peningkatan kesejahteraan disektor koperasi dan UKM.

Hal tersebut diutarakan Deputi Direktur bidang kepesertaan program khusus BPJS Ketenagakerjaan, Achmad Hafiz usai acara Serasehan BP Jamsostek dengan Dinas Koperasi dan UKM dalam perlindungan paripurna jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku koperasi dan UKM, di Hotel Aryaduta, Kamis (9/1/2020).

Menurut Hafiz , semua itu faktor akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang BP Jamsostek, walaupun telah dilaksanakan sosialisasi namun begitu mendalam dan terasa di masyarakat.

“Disinilah tugas dari BPJS ketenagakerjaan untuk melanjutkan dan mengedukasi penyebaran informasi kepada penduduk di Indonesia, semua itu akan terus dilakukan,” ungkap Hafiz.

Untuk kepesertaan sendiri, BP Jamsostek secara porsinya kedepan akan menjadi prioritas, karena mengikuti irama ketetapan Presiden RI untuk serius dalam peningkatan kesejahteraan terutama UMKM yang dianggap sebagai komponen yang diandalkan bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, BP Jamsostek menetapkan harus terlibat.

” Kepesertaan sendiri jika di hitung sudah mencapai ratusan ribu yang mendaftar, cuma ada problem keberlanjutan pelaksanaan pembayaran iuran, salah satunya terasa di kondisi itu seolah-olah belum begitu memahami,” bebernya

“Untuk itu, kita dorong seluruh komponen pemerintah daerah agar semuanya terlibat penuh. UKM tidak hanya dikucurkan di kredit saja, tapi no list harus di tambah,” lanjutnya

Selain itu, BP Jamsostek akan mengamankan seandainya para kepesertaan apabila ada risiko dalam pekerjaan, maka penghasilan UMKM tersebut tidak turun, semuanya tanggung jawab BP Jamsostek.

“Pemerintah daerah, BPJS TK dan perbankan harus punya andil, karena disinilah harapan Presiden RI agar semuanya bersinergi memastikan sektor UMKM meningkat,” harapnya

Disamping itu, BPJS ketenagakerjaan menawarkan dua prodak untuk UMKM yakni utamanya risiko kecelakaan kerja dan kematian. Karena kedua prodak ini bisa menurunkan tingkat kemampuan UMKM.

Agar peningkatan kemampuan itu tidak turun, BPJS ketenagakerjaan menjaga dua program itu. Menjaga penghasilan diterima apabila tidak turun ketika bertemu risiko.

“Artinya pembinaan dan pembayaran ditanggung oleh BPJS ketenagakerjaan, misalnya ada kecelakaan di rawat, maka semuanya dibayari termasuk santunan korban jika tidak masuk kerja,” tandasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait