Diknas Palembang Sambangi SMPN 18 Terkena Banjir

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto meninjau titik lokasi pagar roboh di SMPN 18 Palembang karena tergerus air hujan diakibatkan dataran rendah di sekolah tersebut

“Di sini kendalanya aliran air karena tempatnya rendah, sehingga pagar roboh tergerus air yang perbatasan dengan Diklat Provinsi dan SMAN 10 Palembang,”katanya, usai dibincangi wartawan di SMPN 18 Palembang, Senin (13/1/2020).

“Disana juga ada pohon besar, jadi kita mintakan kepada Dinas PRKP untuk memotong pohon tersebut, karena akarnya sudah menjalar ke sekolah sehingga menyebabkan pagar pembatas itu roboh,” tambahnya

Zulinto menjelaskan, tahun ini Diknas Kota Palembang belum bisa membangunnya, karena tahun lalu telah membangun delapan lokal kelas untuk satu lantai di SMPN 18 Palembang.

” Tahun ini SMPN 18 telah mendapat bantuan dana DAK sebanyak empat lokal, jadi silakan untuk segera di lanjutkan,” ujarnya

Lebih lanjut, kata Ketua PGRI Sumsel yang menjadi permasalahan sekarang ini di SMPN 18 yakni tempat pembuangan saluran air.

” Tadi kita sudah melakukan pengecekan di lapangan, solusinya karena tanah sekolah cukup luas sebelah kiri bisa diusulkan untuk dibuat kolam retensi,
sebab jika dipagar sedikit kesulitan karena jalur air tidak seimbang, dataran tinggi dan rendahnya. Sehingga, apabila di buat seperti apapun akan roboh,” jelasnya

Menurut Kadisdik Kota, ada beberapa yang menjadi prioritas di SMPN 18 Palembang, sehingga belum bisa membangun untuk tahun ini.

Disamping itu, site plan gedung terlihat amburadul dari bentuknya. Nantinya, tahun 2021 akan dianggarkan, namun bentuknya
tidak seperti sebelumnya.

“Kami akan bangun seperti SMPN 19 Palembang, gedung-gedung tak bermanfaat di tengah akan di robohkan, sedangkan pohon-pohon yang akarnya mengganggu akan di perbaiki pihak dinas PRKP,” ungkapnya.

Mengenai Adiwiyata, Kadisdik Kota mengatakan untuk semua sekolah di tuntut soal itu, silakan pihak sekolah melengkapi administrasi, kondisi sekolah tidak berlumut, bersih, indah dan tertata.

“Buruk bentuk sekolahnya tidak masalah, asal bersih. Solusinya, kita libatkan anak didik untuk diajak karena itu merupakan bagian dari pendidikan karakter guna ditularkan di sekolah,” tandasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait