Jaksa Agung AS: Trump Berwenang Perintahkan Soleimani Dibunuh

SWARNANEWS.CO.ID, WASHINGTON | Presiden Donald Trump jelas berwenang menewaskan Qassem Soleimani, menurut Jaksa Agung Amerika Serikat William Bar pada Senin (13/1/2020).

Jaksa agung itu menambahkan bahwa Gedung Putih berkonsultasi dengan departemennya sebelum menyerang jenderal besar Iran tersebut.

Barr mengatakan kepada para wartawan bahwa Soleimani merupakan “target militer yang sah” dan serangan itu merupakan “aksi pembelaan diri yang sah.”

“Departemen Kehakiman melakukan konsultasi dan jujur saya tidak merasa itu keadaan berbahaya,” kata Barr. “Saya rasa presiden jelas memiliki wewenang untuk bertindak seperti yang ia sudah lakukan atas sejumlah dasar. Kita menghadapi situasi bahwa Iran telah memulai serentetan aksi kekerasan yang meningkat, terhadap sekutu-sekutu kita, terhadap orang-orang Amerika, pasukan kita. Dengan tujuan yang sudah terus terang diakui untuk mengusir AS dari Timur Tengah.”

BACA JUGA  Laporan Dari New York, JK Sebut Pidato Trump di PBB Kental dengan Kepentingan AS

Sejak serangan 3 Januari yang menewaskan Soleimani, para kritikus mempertanyakan pernyataan pemerintahan Trump bahwa Soleimani sedang merencanakan serangan terhadap AS. Mereka juga mempertanyakan rencana Trump soal waktu penyerangan, koordinasi pemerintah, dan keputusannya untuk tidak memberi tahu Kongres, sebagai pemegang kekuasaan untuk menyatakan perang.

BACA JUGA  Prancis dukung total Spanyol, anggap sepi Catalonia merdeka

Pada Senin (13/1/2020), Trump menepis kekhawatiran banyak kalangan, dengan mencuit “tidak begitu masalah” soal apakah ancaman akan segera terjadi.

“Jenderal yang bertanggung jawab atas upaya ini, Soleimani, jelas menjadi target militer yang sah. Waktu kita tak banyak untuk melakukan serangan,” kata Barr. “Ini aksi pembelaan diri yang sah, sebab aksi tersebut mengacaukan serangan yang sedang berlangsung, yang sedang dilakukan (aksi melawan Amerika) dan itu merupakan upaya pencegahan.” (*)

 

Teks: antara
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait