Aldiron Plaza Cinde Butuh Pengawasan Bersama

Februari 2021 Ditarget Baru Selesai
Pemkot Minta Jaga Ketertiban

 

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pembangunan Aldiron Plaza Cinde (APC) sempat dinilai meragukan banyak pihak lantaran masih minimnya progres pengerjaan struktur fisik. Kini mulai kelihatan targetnya. Meski Februari 2021 diramal baru bisa melakukan finishing, para pihak berharap bisa dikawal bersama, termasuk PD Pasar Palembang dan perusahaan daerah propinsi terkait lainya agar tidak menimbulkan seribu tanya banyak pihak.

Hal ini ditegaskan oleh Pengamat Sosial Ekonomi, Dr.Tri Gayatri, M.Si, berharap setiap pembangunan dan investasi apapun bisa dikawal oleh pihak terkait di daerah masing masing.

“Ya, terlebih pembangunan sekelas APC melibatkan banyak pembeli dan calon pemilik gerai, baik pedagang lama Pasar Cinde ataupun calon penghuni baru. Mereka jangan sampai kecewa karena terlalu lama menunggu. Jika ada perubahan target sesegera mungkin disampaikan pada konsumen calon pemilik agar iklim tetap kondusif, “ujarnya singkat.

Jika menilik lamanya pengerjaan, sudah dua tahun lebih belum tuntas, cukup membuat banyak pihak sanksi, namun jika ternyata mereka kooperatif menjelaskan kendala di lapangan, patut  dihargai dan terus dikawal bersama.

Iklim investasi saat ini diakuinya mengalami banyak tantangan, kondisi perekonomian fluktuatif membuat banyak pihak ketar ketir menanamkan dananya dimana pun.

Oleh sebab itulah, ia berharap semua bersinergi mengawal pembangunan ini. Apalagi sudah banyak pembeli yang menanamkan dananya, harus dibantu dikawal, agar tidak ada pihak dirugikan lantaran pengerjaaanya mundur.

Ia menyebut salah satunya seperti PD Pasar Palembang ataupun Perusahaan Daerah milik Propinsi terkait dengan ini, setidaknya dilibatkan dari sisi pengelolaan ataupun menejemen pengaturan lain, sehingga ada koordinasi dekat antara investor dengan daerah tempat investasi juga calon konsumen di sini dan bisa melakukan pengawasan bersama.

“Cukuplah ada beberapa contoh pembangunan mega proyek melibatkan banyak konsumen di Palembang terhenti lantaran kendala dari manajemen. Nah, kita berharap di sini tidak begitu, tetap on progres, “imbuhnya.

Kawasan premium Cinde ini merupakan lokasi padat penduduk dan di tengah kota sehingga benar benar disorot banyak pihak. Prestisiusnya lagi, konsep ini terpadu antara pusat belanja, hiburan dan hunian. Sehingga bukan proyek skala kecil namun skala besar.

Pemkot Minta APC On Progres Jaga Kesemrawutan
Penyelesaian proyek pembangunan Aldiron Plaza Cinde (APC) oleh PT Magna Beatum dinilai jauh dari yang diinginkan masyarakat membuat Wakil Walikota Palembang Fitri Agustinda  mewarning agar tetap meningkatkan koordinasi antar pihak agar keterlambatan pembangunan tidak membuat semrawut.

Kenyataan sebenarnya proses proyek pembangunan APC dilaksanakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Sumsel. Pada prinsipnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang hanya ikut apa yang menjadi rencana untuk kedepan, karena sudah berdasarkan kajian dan sosialisasi yang cukup matang.

Akan tetapi kenyataannya, memang di lapangan beberapa kendala ditemukan seperti lambatnya pembangunan pasar Cinde itu sendiri sehingga dirasakan serta dikeluhkan oleh para pedagang.

“Mereka sudah lama berjualan dengan kondisi semrawut tidak seperti asalnya. Berharap dari Pemerintah untuk segera melakukan percepatan dan pergerakan pembangunan di sana,” kata Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, kepada wartawan Swarnanews,  Kamis (19/12/2019).

Menurut Fitri, Pembangunan APC sangat berdampak di masyarakat khususnya pedagang yang berada sekitar pasar Cinde seperti sempitnya lahan, akses jalan masuk kecil juga faktor tehnis lain masih bayak sekali masalah.

“Saya akan mencoba menyampaikan kepada Pemprov dalam hal ini Gubernur Sumsel, supaya kedepan pembangunan APC bisa terwujud serta teralisasi, sehingga para pedagang maupun masyarakat sekitar bisa jauh lebih nyaman  dalam melakukan aktivitas terutama masalah  perdagangan di Pasar Cinde,” kata Fitri mewakili Pemkot Palembang.

Disamping itu, Kawasan Perindustrian Sudirman merupakan salah satu icon Kota Palembang. Dimana, setiap hari Minggu pagi banyak para pedagang dadakan
berjualan di sekitar Pasar Cinde hingga sampai di pinggiran trotoar.

Efeknya, jalan di kawasan tersebut macet karena kendaraan bermotor parkir di bahu jalan. Untuk itu, solusinya akan bekerjasama dengan pihak instansi terkait dalam melakukan penataan pedagang dan arus lalu lintas.

“Kita akan tata dan alokasikan supaya para pedagang berjualan dengan rapi tanpa menggangu lalu lintas. Kemudian bekerjasama dengan Dinas perhubungan kota, Dinas Perdagangan dan Dinas UKM dan Koperasi supaya penataan jelas dan tertata,” tandasnya.

Februari Tahun Depan Target Selesai
Sementara itu, untuk mengkonkritkan pengerjaan fisik, PT Aldiron Magna Beatum menandatangani kerjasama dengan Cinepolis Fun World dan Mr DIY, sekaligus perayaan Cap Go Meh.

Dimana, perayaan tersebut sebagai permintaan konsumen yang mayoritas keturunan Tionghoa. Bertempat di Aldiron Plaza Cinde, Sabtu (8/2/2020).

Direktur Utama PT Magna Beatum, Fajar Attar Tarigan mengatakan, momen acara ini disatukan, sekaligus lounching produk baru screen brite di penghubung jembatan antara LRT dan Gedung sebagai tempat kios-kios kecil, secara komersil dengan kerjasama.

Kemudian, mengundang konsumen-konsumen calon pembeli dan pedagang sekitar pasar Cinde agar mereka melihat langsung situasi dan kondisi pengerjaan pembangunan proyek Aldiron Plaza Cinde sekarang ini.

“Selama ini belum beruntung karena masih pengerjaan tanah, walaupun banyak yang sudah tertanam namun terlihat masih belum kelihatan, memang yang paling sulit itu pekerjaan tanah,” jelasnya

“Sekarang sedang naik pekerjaan struktur yang mudah di hitung untuk di prediksi kecepatan, karena belum mencapai target,” paparnya

Selanjutnya, permasalahan lahan menjadi salah satu kendala dalam pengerjaan pembangunan proyek Aldiron Cinde Plaza.

“Lahan sempit tidak membuat leluasa dalam bergerak, semua material menjadi satu diarea lahan ini, sehingga waktu terbuang sia-sia untuk memindahkan material di lapangan,” ujarnya

Ditargetkan Februari 2021 pengerjaan pembangunan Mall Cinde  selesai sesuai perjanjian dan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Pengerjaan memang diberikan jangka lima tahun oleh Pemprov mulai dari perencanaan sampai pembangunan, tapi sudah 2,5 tahun waktu hilang sia-sia dengan urusan non teknis. Sekarang waktu pengerjaan tinggal 2 tahun namun masa pengelolaan masih tetap 5 tahun,” ungkapnyan

“Apapun permasalahan di lapangan harus di lcarikan pemecahan, termasuk persoalan  teknis yang digeser menjadi non teknis. Pengerjaan masih menyelesaikan 23 tiang pancang dan diteruskan di basement, lalu naik lantai,” urainyam

Sementara itu, Kepala BPKAD Pemprov Sumsel, Burkia menambahkan, sesuai pendataan di tahun 2017, semua unsur dilibatkan seperti PD Pasar, Persatuan Pedagang Pasar Cinde, Camat,  Lurah,  RT, dan Pemkot Palembang serta Pemprov Sumsel.

“Pendataan  berjumlah 598 pedagang yang dituangkan dalam berita acara, semuanya ikut mendatangani termasuk semua pedagang Persatuan Pedagang Pasar Cinde (P3C),” tuntasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait