Balai Besar Lanjutkan Konservasi Kebun Raya-Kolam Retensi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Progres pengerjaan tahun 2020, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII akan melanjutkan di beberapa titik embung konservasi di kebun raya Unsri, Indralaya dan Kayuagung.

Sedangkan kolam retensi, memanfaatkan kolam-kolam yang sudah ada, seperti Pompa Bendung (Sekip), mengoptimalkan pompa kolam Brimob (Bukit), dan pemeliharaan kolam retensi Jakabaring.

Hal tersebut diutarakan Kepala BBWS Sumatera VIII Birendrajana kepada awak media di ruangannya, Jumat (21/2).

Menurutnya, efektivitas pompa Sungai Bendung dalam mengatasi banjir di Kota Palembang, sebenarnya bisa berfungsi hanya saat ini perlu adanya peningkatan drainase termasuk BBSW VIII akan melihat apakah pompa air bisa tertarik ataupun ada hambatan-hambatan di Sungai Bendung.

BACA JUGA  Pemasangan e-Tax Palembang On Track

“Panjang total sungai bendung lebih kurang mencapai 5,4 Kilometer dan itu bisa mengurangi debit air ketika di sedot mencapai 240 hektar dari 285 hektar pada posisi debit 10 tahunan. Berarti masih tinggal 45 hektar lagi,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sangat mendukung dan pro aktif dalam progres sosial dan pembebasan lahan untuk warga yang terdampak.

“Alhamdulillah, Pak walikota dan Jajaran sangat mendukung BBWS Sumatera VIII terutama dalam kegiatan sosial dan penyelesaian lahan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk proyek pembangunan restorasi sungai Sekanak Lambidaro, prosesnya sedang ada pembebasan dan Walikota beserta jajaran sedang mendesain. Diharapkan di akhir-akhir bulan ini akan ada penjelasan dari Pemkot Palembang, sehingga akhir bulan Maret bisa di lelangkan.

BACA JUGA  Pengurus Persit Korem 044/Gapo Panen Sayur Hydroponik

“Desain sementara total panjang 11 kilometer dilakukan secara bertahap karena tidak bisa diselesaikan dalam jangka 1-2 tahun, harapannya, sampai berakhir RPJMN 2024 bisa di penuhi sesuai pendanaan yang ada,” jelasnya.

“Gambaranya Sekanak Lambidaro konsepnya restorasi sungai yang mempercantik wajah kota Palembang, tidak hanya pengendalian banjir saja, tapi bisa digunakan tempat wisata baik lokal maupun mancanegara,” tandasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait