OKU Timur Kategori Wilayah Rawan Pilkada 2020

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Setelah Bawaslu RI meluncurkan rilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 2020 di Jakarta, Selasa (25/2) kemarin.

Berdasarkan hasil penelitian Bawaslu, rata-rata penyelenggara Pilkada di kabupaten dan kota dalam kategori rawan sedang dan Pilkada provinsi masuk ketegori rawan tinggi. Oleh karena itu, di butuhkan pencegahan pelanggaran dan pengawasan penyelenggaraan Pilkada secara maksimal yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Dari 7(tujuh) kabupaten di Sumsel yang paling rawan itu Ogan Komering Ulu Timur (Okut) karena menempati peringkat 173 dari 261 kabupaten dan kota penyelenggara Pilkada serentak tahun 2020. Sementara yang tidak rawan yakni Kabupaten Ogan Ilir, menempati peringkat 259 dari 261 kabupaten dan kota di Indonesia.

BACA JUGA  Pemprov Dorong Maksimalkan UPPB

Hal tersebut diutarakan Kepala Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto didampingi Koordinator Divisi Pengawasan, Junaidi SE, saat menggelar Press release, Mengenai Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pilkada tahun 2020 di 7 (tujuh) kabupaten Provinsi Sumsel, di Aula Bawaslu Sumsel, Jumat (28/2).

“Secara barometer ada 4 (empat) konteks yakni sosial politik, penyelenggaraan Pilkada bebas dan adil, Kontestasi serta partisipasi pemilih. Dari 4 (empat) dimensi inilah kita melakukan penelitian dan timbul angka indeks yang disampaikan hari ini,” ujarnya.

Selain itu, upaya-upaya yang dilakukan Bawaslu Sumsel yakni meminta kepada masyarakat dan stakeholder berkepentingan untuk mensukseskan Pilkada di 7 (tujuh) kabupaten dan kota Provinsi Sumsel dengan harapan bisa melakukan pencegahan.

BACA JUGA  ICMI Gagas Sarasehan Sosok Pemimpin Sumsel Berkualitas

“Pencegahan-pencegahan itu diantaranya melakukan sosialisasi kepada stakeholder agar ikut bersama-sama melakukan pengawasan terhadap tahapan-tahapan yang dilaksanakan oleh KPU,” jelasnya

“Bawaslu juga melakukan sosialisasi secara umum dan luas kepada masyarakat untuk bagaimana mewujudkan pemilu bersih seperti menolak money politik,isu syara, hoax, ujaran kebencian. Sehingga penyelenggara pemilu bisa terlaksana dengan demokratis,” tambah dia

Disisi lain, upaya-upaya lainnya terhadap kerawanan pemilu, tentunya Bawaslu juga akan membangun koordinasi positif dan instruktif kepada stakeholder terkait. “Kita bekerjasama dengan KPU, kepolisian, FKUB, serta organisasi masyarakat yang berkaitan dengan Pilkada agar sukses di Sumsel,” tandasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait