Irwan Noviatra SH, MSi Memberdayakan Ribuan Hektar Lahan Tidur di OI

  • Dengan Gerakan Payo Beume

SWARNANEWS.CO.ID, OGAN ILIR |Di dunia politik di Kabupaten Ogan Ilir  (OI) dan Sumsel pria yang satu ini tak asing lagi. Bahkan saat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum dimekarkan dengan adannya Kabupaten OI, pria yang satu ini cukup dikenal sebagai aktifis yang cukup vocal dan selalu bergerak dinamis.

Saat menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir politisi dari Partai Golkar inipun sempat menjadi Ketua Komisi yang strategis. Purna tugas dari pengabdian itu ternyata sosok asal Tanjungraja ini menjadi pegiat untuk usaha bidang  pertanian budi daya padi.

 

 

Melaui slogan itu terus gandeng Sahabat Tani Ogan Ilir.

Upaya yang dia mulai dari diri sendiri, bahkan dia awali dengan menanam padi di Polybag beberapa tahun lalu ternyata membuahkan hasil. Padi yang dia tanam di polibag dapat tumbuh optimal.

“Saya mengawalinya dari polibag, Mas. Ternyata pola budidaya seperti itu juga hasilnya sangat menjanjikan,” ujarnya kepada Swarnanews di sela pertemuan dengan Ketua DPRD OI, Suharto SH MSi di RM Sederhana Indralaya, Selasa (3/3/2020).

Sukses dengan percobaan yang dilakukan di rumahnya dan lokasi sawah di sekitar pemukimannya. Kemudian dia menularkan semangat bertani itu kepada warga sekitar. Baik  yang berada di sekitar persawahan di Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Pemulutan, Rantau Panjang hingga ke Tanjungbatu.

BACA JUGA  Jelang Pelaksanaan MTQ Tingkat Propinsi,  Persiapan Sudah Matang

Satu hal yang dia perjuangkan dan selalu disosialisasikan ke semua petani padi adalah dengan menjadikan para petani melakukan budidaya dengan cara modern.

Berbincang akrab dengan Ketua DPRD OI, Suharto SH MSi dengan pegiat pertanian padi Irwan Noviatra SH MSi.

 

 

“Artinya menggarap sawah tidak lagi menggunakan cangkul. Sebab dengan mencangkul lahan gaparan yang bisa dibuka terbatas dan memakan waktu lama,” tegasnya.

Sedangkan dengan cara modern maka dapat mempergunakan traktor dan alat produksi pertanian (alsintan) lainnya. Keuntungan lahan yang digarap bias sangat luat dalam waktu pengerjaan yang relative cepat.

Menurut pria yang suka mengubah paradigma berpikir dalam bidang pertanian itu, tahapan yang dia lakukan adalah dengan memberikan pemahaman bahwa pekerjaan bertani pada juga sesuatu hal yang bias dibanggakan. Artinya,  jangan sampai orangtua dan generasi muda berpikir dan minder ketika menjadi petani padi.

 

Lahan garapan padi yang tumbuh dengan optimal.

 

Sebab ternyata budi daya padi kalau dikelola dengan baik maka hasilnya pun sangat menjanjikan secara ekonomi, jelasnya,

Misalnya kalau dalam satu hektar bisa menghasilkan 6 sampai 8 ton. Maka hitung-hitungan puluhan juta rupiah. Misalnya dalam satu tahun panen dua kali maka kalau dikonversi penghasilan bulanan petani bias memperoleh lebih kurang Rp2-3 juta perbulan dengan lahan seluas satu hektar.

Melihat potensi itu, maka saat ini pria yang akrab dipanggil Novi ini terus bergerak untuk memberikan edukasi kepada para petani di OI.

BACA JUGA  Polres OI dan Kepala Pasar Cek Harga

“Memang langkah ini tak mudah,” ujarnya lagi

Harus mau keluar uang sendiri untuk pendekatan kepada mereka. Kemudian bagi para petani yang berusia tua mereka hatinya baru mau tergerak kalau benar-benar telah melihat contoh yang telah dia buktikan. Jadi bukan hanya bersifat teori.

Namun apa yang dia lakukan saat makin terasa perkembangan responnya. Mereka yang dia rangkul dinamakan “Sahabat Tani”. Tentu jumlahlah di Kabupaten OI masih sangat banyak.

 

 

 

Ketua DPRD OI Suharto SH MSi saat menyaksikan penyerahan bantuan alsintan.

Apalagi lahan basah seperti rawa lebak dan lahar yang belum tergarap di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten OI masih sangat banyak mencapai ratusan ribu hektar.

Novi menyatakan bersyukur apa yang dia lakukan ternyata direspon baik oleh Pemkab OI. Hal itu terbukti dengan adanya bantuan alat-alat pertanian yang telah diberikan kepada Sahabat Tani. Melalui perkembangan itu, pihaknya berharap proses untuk menggerakkan petani menggarap lahan tidur yang masih sangat luas di OI dapat terus dilakukan. Melalui usaha itu diharapkan peningkatan kesejahteraan petani terus dapat diwujudkan di masa mendatang.

Teks/Editor: Sarono PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait