Teka-Teki Bisikan Rasulullah SAW ke Fatimah yang Picu Penasaran Aisyah

Rasulullah SAW membisikkan dua hal sebelum wafat ke Fatimah.

SWARNANEWS.CO.ID |Fatimah merupakan anak kesayangan Rasulullah SAW. Kedudukan Fatimah di hati Rasulullah SAW tak lagi diragukan. Seperti kisah berikut ini.

Suatu saat air mata Fatimah tak terbendung saat Muhammad SAW berbisik kepadanya. Namun, saat Muhammad SAW, sang ayah, membisikinya untuk kali kedua, tak ada lagi tangis yang pecah, bahkan tergantikan senyum dari bibirnya. Tangis dan senyum Fatimah terlihat saat dia berada di tengah istri-istri ayahnya.

Saat itu, Rasulullah Muhammad melihat Fatimah berjalan. Kemudian, dia memanggil dan mendudukkan di sebelahnya. Tak lama, mulailah Muhammad SAW membisikkan sesuatu pada putri kesayangannya itu yang lahir dari rahim Khadijah.

Sepeninggal Nabi Muhammad, menurut Ensiklopedi Tokoh Islam, Aisyah, salah satu istri Muhammad SAW yang hadir saat itu, langsung dijalari rasa ingin tahu yang mendalam. Apa gerangan yang dibisikkan Nabi Muhammad kepada Fatimah hingga putrinya itu menangis tetapi tak lama kemudian tersenyum.

BACA JUGA  Menjaga Alquran dengan Menghafal

Aisyah pun langsung melempar tanya kepada Fatimah, apa yang membuatnya menangis dan tak lama kemudian tersenyum. Sekejap kemudian, Fatimah pun menjawab. “Aku tak akan menyiarkan rahasia Rasulullah,” jawab Fatimah singkat. Saat Muhammad SAW wafat, Aisyah kembali melontarkan pertanyaan yang sama kepada Fatimah. “Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu. Ceritakanlah padaku apa yang diceritakan Rasulullah kepadamu itu,” kata Aisyah.

Akhirnya, Fatimah bersedia menceritakan tentang bisikkan Muhammad SAW kepadanya. Saat berbisik pertama kali, katanya, Muhammad SAW menceritakan bahwa Jibril memeriksa bacaan Alquran-nya sekali dalam setahun. Namun, Jibril melakukannya dua kali. Muhammad SAW menyatakan, ini pertanda ajalnya telah makin dekat. “Takutlah kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahuluimu,” kata Muhammad SAW yang dikutip Fatimah. Fatimah pun menangis atas kabar itu.

BACA JUGA  'Daun yang Jatuh pun tak Terlepas dari Ketentuan-Nya'

Tak lama berselang, Muhammad SAW membisiki Fatimah untuk kedua kalinya. “Wahai Fatimah, tidakkah engkau senang menjadi pemimpin kaum wanita umat ini dan menjadi orang pertama yang menjumpaiku di akhirat nanti,” kata Muhammad SAW. Fatimah pun tersenyum.

Tak lama setelah wafatnya Muhammad SAW pada 11 H, Fatimah jatuh sakit. Saat sakit mendera, dia merasakan ajalnya telah mendekat. Kemudian, dia membersihkan diri dan mengenakan pakaian terbaik serta wewangian, dibantu Asma binti Abi Thalib.

Pada 3 Ramadhan tahun 11 Hijriyah, Fatimah melepas napas terakhirnya. Dia wafat sekitar enam bulan setelah wafatnya ayah tercintanya, Muhammad SAW. Ia berusia 28 tahun. Jasadnya kemudian dimakamkan suaminya, Ali bin Abi Thalib, di Janat al-Baqi’ di Madinah

Teks: Rep

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait