Aprillia Cek Bulog Divre Sumsel-Babel

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Sumsel 1, Riezky Aprilia SH MH melakukan serap aspirasi masa persidangan II tahun 2020, di Perum Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel.

Momentum reses ini bersamaan dengan kenaikan harga gula pasir yang tidak stabil di pasar. Intinya, harga ditetapkan pemerintah oleh Bulog sebesar Rp 12.500.

“Jika ada diluar sana, mendistribusikan harga diatas yang di tetapkan pemerintah silahkan untuk mengecek sendiri. Saya yakin bulog berkomitmen menjaga stabilitas itu. Jangan terlalu panik, bulog reading,” kata Riezky, usai tinjau Gudang Bulog Sumsel, Senin (9/3/2020).

Disamping itu, Riezky menekankan untuk
bulog tetap selalu menjaga ketersediaan pasokan kestabilitasan harga. Terkadang persaingan bisnis itu di kambing hitamkan itu Bulog.

“Bulog itu dari petani, masyarakat untuk kembali di masyarakat. Tapi ada kendala- kendalanya yang memang sebenarnya trik dagang Bulog yang komersil margin tidak begitu lebar untuk pembatasan-pembatasan,” jelasnya.

BACA JUGA  Saatnya Beralih ke Kopi Lokal

Untuk disporsil 200 ton beras yang sempat upload viral di media, sebenarnya bukan permasalahan lagi, tapi karena ada kebijakan yang bergeser sehingga bertahan. Disposil beras tahun 2018 kemarin itu dari Jawa tengah memang ada kendalanya, sehingga bulog menjadi terpojok.

“Harapan saya komersil itu beras yang tidak layak pakai atau guna, terjadi di tahun 2018. Kedepan supaya tidak akan terjadi lagi. Intinya harus sering berkoodinasi komisi IV dengan bulog,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Divisi Sumsel dan Babel Yudi Wijaya mengatakan, pemerintah akan mendatangkan impor gula, dan Bulog Sumsel sedang menunggu presos import dan akan meminta sesuai permintaan kebutuhan terutama menjelang puasa sampai hari raya lebaran.

BACA JUGA  Harno-Alfaro Sama-sama Jatuh Hati ke UKM

“Secara teknis Bulog Sumsel mempunyai mitra distributor mau rumah pangan kita, sebagai perpanjang tanganan bulog penyaluran barang-barang komersil terutama gula. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini barang itu akan tiba dan segera di salurkan,” ucapnya.

Dihimbau masyarakat untuk tetap tenang jangan terpengaruh dengan situasi yang sedang vital saat ini dalam Corona virus. Akibat virus Corona banyak masyarakat ketakutan.

“Masyarakat tenang-tenang saja tidak usah sampai memborong berlebihan stok, biasa-biasa saja, jangan mudah terpancing,” katanya

Stok beras tahun 2020 di Bulog Sumsel dan Babel ada 13.000 ton. Sedangkan stok gula sekarang sedang tipis tapi untuk saluran RPK kebutuhan ibu-ibu akan melakukan setiap hari operasi pasar. “Paling tidak para ibu-ibu masih bisa mendapatkan harga sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp 12.500,” ulasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait