Peringati Hari Perempuan Internasional WCC Gelar Aneka Kegiatan

Bincang Bincang Hingga Deklarasi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2020. Women’s Crisis Center (WCC) Palembang bersama Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) Sumsel dan organisasi masyarakat sipil di Sumsel menggelar berbagai kegiatan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (9/3/2020).

Foto bersama usai pemberian cenderamata

“Kegiatan ini bertujuan merangkul untuk maju melakukan aksi untuk membantu menggerakkan keadilan bagi perempuan,” ujar Yeni Roslaini Izi Direktur Eksekutif WCC kepada Swarnanews.

Adapun kegiatan yang digelar, tambah aktifis perempuan energik ini berupa Konsolidasi FKPAR Sumsel, FPM dampingan WCC Palembang dan aksi Simpatik. Kemudian orasi dan pembagian alat kampanye di Kambang Iwak Park Palembang. Hadir pada kesempatan itu ratusan peserta dari Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim dan Banyuasin.

Lalu pada pukul 14.00 dilanjutkan bincang-bincang Kedaulatan Perempuan dan aturan yang diskriminatif di Hotel Swarna Dwipa.

Bertindak sebagai nara sumber Hj Maphilinda Syahrial Oesman (Ketua Rumah Ibu dan pengawas WCC) Yeni Roslaini Izi (Direktur Eksekutif WCC) dan Nila Ertina (Majelis Pertimbangan Organisasi AJI). Kegiatan dimoderatori oleh Sarono P Sasmito yang juga Pemimpin Redaksi Swarnanews.

BACA JUGA  Deru Bakal Beri Perhatian Plus ke Veteran
Hj Maphilinda saat membaca puisi gubahan pribadi

Sebelum bincang bincang dimulai ditampilkan testimoni oleh Nurmidah dari Seri Bandung Kecamatan TanjungBatu Ogan Ilir. Perempuan ini mengisahkan upaya perlawanannya terhadap kasus kepemilikan tanah dengan PTPN VII Cinta Manis.

Kemudian dilanjutkan dengan respon ketiga pembicara.

Maphilinda mengharapkan agar perempuan tetap bisa membedakan antara kodrat dan multitalent. Wanita memiliki multitalent yang tak dimiliki pria. Sementara Yeni menjelaskan hal hal yang harus dilawan oleh wanita untuk menghapus stigma stigma yang tidak tepat dan dilekatkan ke perempuan. Dengan demikian perempuan bisa berdaulat atas dirinya sendiri.

Usai itu dilanjutkan dengan tanya jawab. Pada sesion pertama ada 4 penanya yakni Omarita dari Muaraenim, Emilia dari Serikat Perempuan Palembang, Farita Putri dari Pedataran Gelumbang dan Dedi dari Walhi Palembang.

BACA JUGA  Persoalan Sampah Makin Menggunung

Hal yang mereka tanyakan bervariasi dari bagaimana mewujudkan kedaulatan atas diri perempuan hingga kasus perceraian yang tidak tuntas secara hukum sehingga pihak wanita terlunta lunta. Usai direspon pembicara.

Sarono PS yang memandu acara itu membuka sesion kedua dengan 4 penanya. Mereka adalah Ferwati dari Gelumbang, Emi Sutrisni dari Palembang, Dania dari Gelumbang dan umu Aimah dari Banyuasin. Semua pertanyaan dijawab dengan uraian yang jelas dan sangat relevan oleh ketiga narasumber.

Usai bincang bincang dilanjutkan dengan panggung ekspresi seni baik musik, dan puisi. Tapmpil juga Maphilinda dengan puisi tentang perempuan. Sedangkan aktifis Walhi melakukan orasi tentang perempuan melawan. Usai itu dilakukan pernyataan sikap oleh berbagai elemen yang terlibat dipandu oleh Ketua AJI Palembang Wira.

Teks/Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait