Penghayatan Nilai-Nilai Pancasila  Meniadi Senjata Pamungkas Melawan Virus Corona

Oleh H Khairul (Ketua Umum Komando Macan Asia – KOMASA).

SWARNANEWS.CO.ID |Covid 19 yang pertama melanda daerah WuhanTiongkok sekarang telah menjadi wabah dunia, tidak luput pula negara kita Indonesia. Berbagai langkah dan kebijakan telah diambil dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona / Covid 19, baik langkah – langkah yang diawali oleh gubernur Propinsi DKI Anies Baswedan, maupun yang dilakukan pemerintah pusat dan diikuti oleh pemerintah daerah seluruh Inonesia.

Diawal sepertinya pemerintah pusat tidak begitu menganggap masalah atau kalau boleh dibilang

menganggap remeh wabah yang terjadi di Wuhan tersebut. Hal tersebut dapat terlihat dari tanggapan

Menteri Kesehatan pada awal-awal virus corona/covid 19 masuk di Indonesia. Mungkin pemerintah beranggapan wabah yang terjadi di wuhan adalah wabah domestik atau pemerintah punya keyakinan Indonesia sudah punya pengalaman dalam menghadapi dan menangani wabah penyakit. Seperti Flu burung, Mars, DBD dan sejenisnya. Tapi begitu melihat penularan covid 19 ini begitu dahsyat, kita semua “terpana” baik pemerintah maupun masyarakat. Sebagian masyarakat cemas melihat begitu cepatnya penyebaran virus ini. Bahkan apabila melihat pemberitaan, bisa dikatakan hampir semua wilayah indonesia tidak luput dari wabah ini. Kebijakan – kebijakan mulai dari sosial distanching sampai lockdown dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.

Aparat TNI dan Polri dan berbagai elemen bangsa lainnya diturunkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, tentu yang paling terdepan dan paling berjibaku dalam menangani wabah ini adalah tenaga medis, baik dokter maupun tenaga medis lainnya. Mereka menjadi garda terdepan, dengan kondisi keterbatasan perlatan bahkan sarana perawatan, mereka bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah bahkan sudah beberapa orang dari mereka menemui ajalnya akibat tertular dari pasien yang ditangani.

Mereka adalah pahlawan kemanusian. Kita semua memberikan apresiasi yang tinggi kepada tenaga

medis kita, apalagi kepada yang meninggal akibat ketularan wabah ini. Pemerintah diharapkan

memberikan apresiasi lebih kepada mereka.

Kondisi wabah ini sudah menjadi wabah nasional negara kita. Langkah – langkah pencegahan terus dilakukan , termasuk mencegak masyarakat perkotaan untuk tidak kembali ke kampung halaman /mudik, baik waktu sekarang maupun saat akan lebaran nanti. Sangat diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Kesadaran semua lapisan masyarakat akan membantu pemerintah dalam penanganan wabah corona ini.

Situasi yang sulit dan tidak menentu ini, membuat sebagian besar masyarakat menjadi bingung. Tidak tau apa yang harus dilakukan, apalagi melihat dari kebutuhan hidup yang setiap hari harus dipenuhi. Hal ini tentu sangat terasa bagi masyarakat yang memenuhi kebutuhan sehari – hari dari pekerjaan harian, seperti buruh harian, buruh tani, tukang ojek baik ojol maupun opang, pedagang asongan dan lain sebagainya. Dengan masyarakat diimbau tidak melakukan aktifitas diluar rumah, bukan hanya pekerja harian yang merasakan dampaknya, tapi lapisan masyarakat yang lainpun seperti pedagang makanan dan berbagai jenis usaha lain juga merasakan dampaknya. Kalau kondisi ini tidak cepat teratasi, kondisi

BACA JUGA  OPBD Srumbung: Belum terjadi hujan abu merapi

negara kita bukan hanya kena wabah korona / covid 19 tapi akan menjadi dampak yang lebih luas

menjadi wabah ekonomi dan sosial masyarakat bahkan akan menjadi wabah keamanan. Orang yang kelaparan akan melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya.

Bangsa dan negara kita bukan hanya sekarang menghadapi kondisi sulit. Dari pengalaman perjalanan berbangsa dan bernegara, kita mengalami beberapa kali situasi sulit, bangsa kita bisa melewatinya dengan baik. Apa yang menjadi “obat mujarab” bangsa kita??? Jawabnya tidak lain tidak bukan adalah Pancasila. Sebelumnya penulis minta maaf atas segala keterbatasan pengetahuan dan pemahaman yang ada pada diri penulis. Diharapkan semua elemen bangsa, baik Eksekutif, Legislatis, Yudikatif dan seluruh komponen bangsa lainnya, selain langkah – langkah yang telah dilakukan, kita jadikan Pancasila untuk menghadapi wabah virus corona ini dengan jabaran Sila demi Sila dengan uraian sebagai berikut ;

 

 

 

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.

Semua anak bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beragama, baik Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kongwuchu. Semua masyarakat Indonesia mengakui Tuhan Yang Maha Esa. Dengan pengakuan adanya Tuhan Yang Maha Esa, tentu kita mengakui kebesaranNya, dan apabila kita menghadapi masalah, selain kita berupaya melakukan usaha – usaha mengatasinya, dengan kesadaran kita akan meminta pertolongan Tuhan. Dan dengan kesadaran itu pula mari kita semua meminta pertolongan kepada Tuhan YME melalui doa sesuai agamanya masing-masing, supaya wabah Virus Corona / covid19 ini cepat teratasi dan tidak ada lagi dampak yang ditimbulkan, Negara kita Indonesia cepat terbebas dari Virus corona / covid19.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Virus corona / covid19 dalam penyebarannya “terlihat seperti adil”. Tidak melihat status sosial

masyarakat, tidak melihat strata pendidikan dan tidak melihat agama yang dianut. Virus ini hanya menyerang manusia, tidak menyerang tumbuhan atau hewan, walupun menurut beberapa ilmuwan kesehatan mengatakan sumbernya dari hewan. Semua manusia dibelahan bumi dibuatnya “kalang kabut”, bahkan negara super power seperti amerika pun dibuatnya tidak berkutik, begitu juga Negara maju seperti Italia dan spanyol diluluhlantahkannya. Kita seperti diajarkan oleh virus ini untuk berbuat Adil. Virus ini mengingatkan kita manusia yang mengaku beradab untuk berbuat adil. Keadilan tentu letaknya ditangan penguasa. Penguasa yang bisa memberikan keadilan dan rasa adil kepada masyarakatnya. Kita tidak perlu saling mencari kesalahan, tidak menuding si A dan si B. Kita mesti meletakkan faktor keadilan pada kemanusian, “Meskipun langit runtuh, keadilan harus tetapditegakkan”. Apabila keadilan sudah bisa ditegakkan, maka keberadaban akan lahir dengan sendirinya.

BACA JUGA  Sarimuda-Rozak Berharap Tak Dicurangi Lagi

sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang Adil dan beradab.

Sila Ketiga :Persatuan Indonesia.

Seluruh negara – negara dunia menghimbau dan mengajak untuk bersatu melawan virus

corona/covid19. Presiden kita juga mengajak dan menginstruksikan seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu dalam menghadapi wabah virus corona ini. Dengan Persatuan kekuatan akan terbentuk dengan persatuanlah beban berat akan terasa ringan. Kita telah memiliki azas itu, dan bahkan sejarah telah membuktikan dengan persatuan kita dapat mengusir penjajahan untuk kita bisa merdeka. Rasanya virus ini pasti dapat kita kalahkan dengan persatuan seluruh rakyat Indonesia. Persatuan akan melahirkan Optimisme yang kuat.

Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratyan/perwakilan.

Kepatuhan rakyat kepada pemimpin menjadi langkah yang baik dalam menghadapi dan melawan virus corona. Perintah sosial distanching, lockdown dan sebagainya adalah salah satu bentuk kepedulian pemimpin kepada rakyatnya. Langkah tersebut adalah langkah yang efektif dalam pemutusan mata rantai penularan virus tersebut. Partisipasi dan kepatuhan masyarakat adalah bagian dari perjuangan dalam melawan wabah corona ini. Pemerintah diharapkan bijakasana dalam menghadapi wabah ini, termasuk efek yang timbul oleh akibatnya, bisa dipastikan masyarakat banyak yang kehilangan pendapatan bahkan bisa menimbulkan kelaparan.

Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semestinya virus corona / covid19 tidak perlu mengajarkan atau mengingatkan kita tentang keadilan apalagi keadilan sosial kalau kita tidak lupa pada Pancasila yang sudah kita sepakati sebagai azas negara.

Pelaksanakan sila kelima ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi wabah ini. Jangan menonjolkan peran dalam menghadapi situasi ini, baik secara status sosial maupun status-status lainnya. Situasi ini akan bisa kita hadapi dengan menimbulkan rasa yang sama sebagai anak bangsa. Menonjolkan perbedaan status akan membuat ketimpangan dan menjadikan kita lemah. Tidak akan ada pemimpin kalau tidak ada rakyat, tidak akan ada kelompok kaya kalau tidak ada kelompok miskin. Kebersamaan dalam situasi ini harus dilakukan. Pemimpin memperhatikan masyarakatnya dan masyarakat patuh dan mendukung pemimpinnya. Kelompok kaya dan kelompok miskin saling bantu membantu dengan rasa saling mencintai sebagai saudara sebangsa se tanah air.

Dengan melaksanakan dan mengamalkan butir-butir Pancasila, Negara Indonesia akan mampu melawan wabah corona / covid19 ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberikan Ridho dan RahmatNya. Salam.

Editor/Ilustrasi: Sarono PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait