Pasokan Pangan Sumsel Dinyatakan Aman

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG, 29/4 /2020 | Pasokan pangan di Provinsi Sumatera Selatan diklaim tetap stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19 yang diperkirakan berlanjut hingga Juni 2020.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Taufik Gunawan, Senin, mengatakan pasokan 11 komoditas pangan di Sumsel seperti beras, jagung, cabai, telur, daging dan gula pasir terbilang masih lebih besar dibanding kebutuhan masyarakat.

“Misalnya beras di Sumsel yang panen periode Januari – April 2020 mencapai 1,1 juta ton, sementara kebutuhan Sumsel selama setahun hanya 800.000 ton, artinya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam (Sumsel),” ujar Taufik.

Menurut dia kondisi pandemi COVID-19 tidak berpengaruh banyak dengan sektor pangan di Sumsel, saat ini produksi dan distribusi komoditas dari dalam maupun dari luar terpantau masih lancar.

BACA JUGA  18.818 Peserta JKN-KIS Semarakkan Senam Sehat Kolosal

Sebab komoditas pangan masuk prioritas akses transportasi meski banyak penutupan wilayah selama pandemi.

Dari 11 komoditas kebutuhan pokok, kata dia, ada enam komoditas yang bisa diproduksi oleh Sumsel yakni daging ayam ras, cabai merah, cabai besar, telur, jagung, dan beras.

Bahkan kelebihan pasokan sempat membuat harga daging ayam ras di pasar tradisional anjlok hingga Rp10.000 per kilogram lantaran berkurangnya permintaan dari sektor industri kuliner dan perhotelan, hal tersebut mengindikasikan pasokan masih terjaga.

Sedangkan lima komoditi lainnya yakni daging sapi/kerbau, bawang merah, bawang putih, gula pasir dan minyak goreng masih mengandalkan pasokan dari Pulau Jawa dan impor.

BACA JUGA  Hujan Deras Picu Gangguan Listrik

“Ketersediaan dan kebutuhan 11 komoditas itu masih normal hingga hari raya Idul Fitri,” tambahnya.

Namun Taufik mengakui salah satu komoditas yakni gula pasir masih mengalami fluktuasi harga di atas rata-rata akibat pasokan belum stabil di pasaran, sebab pabrik gula baru memulai musim giling yang diperkirakan berlangsung hingga Juni.

Ia juga memperkirakan pasokan komoditas pangan mengalami penurunan sedikit pada Bulan Juli, tetapi serapan kebutuhan masyarakat masih lebih rendah dari pasokan yang menurun tersebut.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait