Merasakan Manfaat Batimetri Perairan Melalui Metode Akustik

Oleh : Jeni Meiyerani
Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya

 

SWARNANEWS.CO.ID | Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan sekitar 70% dan sisanya adalah daratan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, laut adalah ruang perairan di muka bumi yang menghubungkan daratan dengan daratan dan bentuk-bentuk alamiah lainnya, yang merupakan kesatuan geografis dan ekologis beserta segenap unsur terkait, dan yang batas dan sistemnya ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dan hukum internasional.

Dalam ruang perairan ini terdapat istiah batimetri yang berasal dari bahasa Yunani “bathy” yang berarti kedalaman dan metry yang berarti ukuran merupakan ilmu yang mempelajari kedalaman di bawah air dan studi tentang tiga dimensi lantai samudra atau danau. Peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis kontur yang disebut kontur kedalaman, dan memberi informasi navigasi.

Pengukuran batimetri dapat menggunakan beberapa metode, salah satu metode yang biasa digunakan yaitu menggunakan metode akustik. Metode akustik merupakan proses pendeteksian target di laut dengan mempertimbangkan proses perambatan suara, karakteristik suara (frekuensi, pulsa, intensitas), faktor lingkungan atau medium, dan kondisi target.

Survey batimetri dimaksudkan untuk mendapatkan data suatu kedalaman dan konfigurasi ataupun tofografi dasar laut, termasuk lokasi dan luasan obyek-obyek yang ada di dalamnya. Survei batimetri menggunakan metode akustik biasanya menggunakan alat echosounder baik multibeam maupun singlebeam. Penggunaan alat ini digunakan untuk mendapatkan data dari suatu kedalaman optimum mencakup seluruh kedalaman dalam suatu area survey. Hidroakustik memanfaatkan gelombang suara yang merambat hingga ke dasar laut dan beberapa lapisan di bawahnya, lalu dipantulkan kembali dan diterima sebagai pantulan balik.

Pemetaan batimetri menjadi hal yang penting dan mendasar untuk memanajemen kawasan pesisir. Hal ini tentu memberikan prospek sekaligus tantangan bagi pembangunan di Indonesia, terutama wilayah pesisir dan sektor kelautan.

Survei batimetri bertujuan untuk menentukan kedalaman untuk memetakan topografi di suatu dasar perairan laut agar dapat mengetahui kondisi di perairan dalam dan mengetahui bagian-bagianya yang bisa kita amati degan mengolah data. Pemanfaatan peta batimetri dalam bidang kelautan misalnya dalam penentuan alur pelayaran, perencanaan bangunan pantai, pencarian kerangka kapal, pembangunan jaringan pipa bawah laut dan sebagainya.

Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait