Pemkot Bantu Warga Disabilitas

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak tidak henti-hentinya memberikan semangat warga disabilitas yang aktivitas sehari-hari penuh dengan keterbatasan sebagai tukang servis handphone.

Ibrahim salah satu warga penyandang dissabiltas, berharap bantuan Pemkot berupa pinjaman tanpa bunga dan agunan. Dan meminta agar kendaraan motor yang sudah di modifikasi agar diperbaiki karena saat ini dalam kondisi rusak untuk menopang aktivitasnya sehari-hari.

“Hari ini sengaja hadir mengunjungi Pak Ibrahim (58) karena keterbatasan fisik, beliau meminta agar dibantu pinjaman modal tanpa agunan untuk modal usaha dan perbaikan motor,” ungkap Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat mengunjungi Pak Ibrahim, warga penyandang disabilitas, yang tinggal di samping Polrestabes, Gang Merpati, RT 22, RW 05, Kel Silaberanti, Kec Jakabaring, Senin (30/6/2020).

Di kesempatan kali ini, ucap Wawako berharap kepada camat dan lurah untuk menghimpun sebanyak-banyaknya warga kota Palembang yang betul-betul membutuhkan bantuan pinjaman uang tanpa bunga dan agunan.

BACA JUGA  Wawako Serius Atasi Urusan Sampah

Jangan sampai tidak dimanfaatkan ataupun terlewatkan, apalagi ditengah pandemi ini giat perekonomian usaha sedikit kendur karena terkait masalah modal yang tidak ada disebabkan termakan untuk makan sehari-hari.

“Saya berharap sekali agar giat perekonomian kembali semarak melalui bantuan dari Pemkot pinjaman tanpa bunga dan agunan bisa dimanfaatkan oleh warga banyak,” tutur Wawako.

Berdasarkan informasi, target tahun 2020 Pemkot Palembang untuk pinjaman modal usaha tanpa bunga dan agunan mencapai 4000 UMKM. Diharapkan camat dan lurah untuk menghimpun data warga.

“Sementara ini data masuk di Pemkot melalui Bank BPR ada 300-400 UMKM yang mengajukan modal usaha. Itupun belum di verifikasi oleh Bank BPR mana yang layak dan pantas menerima bantuan pinjaman dari Pemkot,” urai Wawako.

Lanjut Wawako, usai mengunjungi Pak Ibrahim, warga penyandang disabilitas, kini berlanjut kediaman Ibu Kurnia dengan memberikan bantuan berupa kursi roda, beralamat di Jl Jaya Indah, Kec Seberang Ulu Dua.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Silaturahmi dengan Pengurus PWI

Ditempat sama, Ibrahim, pekerja servis handphone sudah hampir 5 tahun di gelutinya, dan sering mangkal di Pasar Cinde. Sejak lahir beliau sudah keterbatasan fisik karena penyakit epilepsi di barangi panas tinggi.

Bermodalkan sepeda motor di modifikasi khusus untuk penyandang disabilitas, beliau mencari nafkah menghidupi kebutuhan sehari-hari untuk anak dan istrinya.

Namun, sekarang beliau (Pak Ibrahim) tidak bisa kemana-mana, karena motornya rusak sehingga tidak bisa mencari nafkah.
Untuk makan sehari-hari menunggu jikalau ada servis handphone dan uluran bantuan dari tetangga.

“Biasanya kalau ada servis handphone, omzet perhari bisa mencapai 50-70 ribu. Namun sekarang sepi sejak pandemi Covid-19, modal terkuras untuk makan sehari-hari,” keluhnya.

Teks : Iwan
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait