Pilkada 2020, Tantangan Bagi Petahana

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Nusantara Institute (NI) melaksanakan survei Pra Pilkada 2020 di tujuh kabupaten se-Sumsel meliputi Oku Selatan, Oku Timur, Oku, Ogan Ilir, Pali, Musi Rawas, Musi Rawas Utara.

Berdasarkan hasil survei tersebut tantangan incumbent untuk kembali maju dalam pilkada 2020 cukup berat untuk meyakinkan publik, karena angka kepuasan kinerja kepala daerah rata-rata di bawah 60 persen.

Dilihat dari angka, rata-rata 60 persen kepuasan publik terhadap kinerja Petahana dinilai belum merasakan sepenuhnya berhasil atas kinerja itu. Hal ini menjadi tantangan untuk calon kepala daerah periode berikutnya untuk maju dalam meyakinkan publik.

“Kondisi saat ini semua kandidat yang berkompetisi menjadi calon kepala daerah Pilkada Desember 2020 di tujuh Kabupaten Se-Sumsel memiliki peluang sama dalam keterpilihan, belum ada calon mendominasi secara elektabilitas,” kata Abdul Karim, Peneliti Nusantara Institute, kepada awak media, Rabu (31/6/2020).

BACA JUGA  Hari Ini 136 DPD RI Dilantik

Dikatakan Karim, metode survei mengambil sampel secara proporsional sesuai jumlah penduduk dan luar wilayah. Tujuan untuk mempotret pandangan publik terhadap kinerja pemerintah tujuh kabupaten se-Sumsel yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020.

“Dalam survei ini kami mendalami opini dan persepsi publik terhadap bakal calon kepala daerah yang akan berkompetisi di Pilkada 2020, dengan melibatkan 140 orang surveyor ditugaskan di tujuh kabupaten se-Sumsel, selama satu minggu,” ujarnya.

BACA JUGA  Mau Ikut Andil Membangun Sumsel? Yuk Daftar Caleg Partai Hanura

Untuk titik kerawanan bagi incumbent, kata Karim hanya satu pasangan calon melawan kotak kosong, di prediksi belum ada yang dapat mengungguli kotak kosong 50 persen plus satu.

“Jika tidak mencapai angka tersebut maka calon satu pasang dinyatakan kalah dan akan dilaksanakan pilkada berikutnya,” ucap karim.

“Hasil survei Nusantara Institute sebagai gambaran umum mempotret kondisi terkini di tujuh Kabupaten yang akan Pilkada. Apabila dalam kurun waktu kurang lima bulan efektif, tentunya masih sangat dinamis perubahan konstalasi politik di tujuh Kabupaten se-Sumsel,” pungkasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait