Daring-Gotong Royong Jadi Wujud Pendidikan Baru Bermanfaat

SWARNANEWS.CO.ID-Palembang, 13/7 /2020 | Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mendorong warga kota setempat untuk memanfaatkan fasilitas belanja daring (online) yang telah disediakan perusahaan daerah pasar dalam beberapa bulan terakhir untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Fasilitas belanja yang pemesanan kebutuhan pokok warga sehari-hari dan berbagai jenis barang lainnya melalui gawai di saluran ‘WhatApps’ pedagang pasar tradisional diharapkan bisa terus dimanfaatkan ibu-ibu untuk meminimalkan keluar rumah karena wabah COVID-19 di era normal baru ini belum berakhir,” kata Fitrianti di Palembang, Senin.

Menghadapi era normal baru produktif aman dari penularan virus Corona jenis baru itu perlu diimbangi dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan antisipasi COVID-19 secara ketat sehingga penambahan warga yang positif terinfeksi virus tersebut dapat dihentikan.

Untuk mendorong warga Palembang lebih sering memanfaatkan fasilitas belanja di pasar tradisional secara daring, pihaknya terus berupaya menyosialisasikan pelayanan yang dibuka di seluruh pasar tradisional yang tersebar di 18 wilayah kecamatan.

Dia menjelaskan, dalam memfasilitasi belanja daring, Perusahaan Daerah Pasar Palembang Jaya menggandeng semua pedagang di seluruh pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

Pedagang di masing-masing pasar tradisional didata jenis barang yang dijual dan dimasukkan di brosur beserta nomor telepon yang terkoneksi dengan saluran ‘WhatApps’ yang telah disebar di lingkungan pasar dan jaringan media sosial.

Jika warga ingin belanja kebutuhan sehari-hari bisa langsung menghubungi pedagang di pasar tradisional terdekat, dan barang yang dipesan akan diantar oleh kurir khusus dengan biaya tambahan berkisar Rp10.000-15.000 sekali pengantaran.

Barang belanjaan yang bisa dibeli secara daring mulai dari kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, ikan, ayam, bumbu basah, bumbu kering, kerupuk, buah-buahan segar, hingga barang kelontongan, ujar wawako.

 

Gotong Royong Ruh Pembelajaran bagi Masyarakat

Sementara itu, wujud mendidik juga layak diapresiasi melalui
Program gotong royong berupa bersih anak sungai yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang setiap akhir pekan harus dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, kata pengamat komunikasi lingkungan Dr Yenrizal Tarmizi.

“Kalau membuat anak sungai bersih secara fisik, iya (berhasil, red.), tapi edukasi ke masyarakatnya masih belum sampai, jadi kesannya baru sebatas aktivitas Pemkot Palembang saja,” ujar dia kepada ANTARA di Palembang, Senin.

Ia mengemukakan pentingnya upaya meningkatkan partisipasi masyarakat terkait dengan pelaksanaan program tersebut.

Akademisi UIN Raden Fatah Palembang itu, menyayangkan program yang telah berjalan empat tahun terakhir itu, belum mampu mengedukasi masyarakat, khususnya warga sepanjang aliran anak sungai di daerah setempat.

Menurut dia, edukasi kepada masyarakat belum sampai kepada sasaran yang tepat karena tidak ada pelibatan warga secara komperhensif sejak awal program itu dijalankan.

Masyarakat, katanya, hingga saat ini masih membuang sampah ke anak-anak sungai.

Meskipun regulasi dan sanksi sudah dibuat, katanya, ketidaktegasan dalam pelaksanaanya membuat program gotong royong belum tersambung dengan tujuanya, yakni meningkatkan perilaku antibuang sampah di sembarang tempat.

Kondisi itu, katanya, juga harus menjadi perhatian Pemkot Palembang jika ingin memindahkan atraksi wisata dari Pedestrian Sudirman ke kawasan Sungai Sekanak yang baru-baru ini direncanakan.

Sebab, katanya, atraksi setiap akhir pekan itu selalu meninggalkan sampah yang lumayan banyak setelah pengunjung bubar.

Ia mengatakan perilaku masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarang patut dipertimbangkan dengan matang karena efeknya dapat mencemari aliran sungai secara langsung.

“Rencana pemindahan itu sebenarnya bagus karena memang itu kawasan kota tua, tetapi pengunjung harus difasilitasi terkait kebersihan dan dibuatkan juga aturan yang ketat, ya walaupun pasti ada saja yang masih buang sampah sembarangan,” katanya.

Selain itu, Pemkot Palembang perlu membentuk lebih banyak komunitas berbasis kepedulian sungai dan menjalankanya secara berkala, serta menggunakan pendekatan teknologi terapan agar partisipasi masyarakat dapat tercapai, alias tidak hanya sebatas mengeluarkan larangan-larangan.

“Artinya tidak hanya membersihkan sungai, tapi ada pemanfaatan lain sehingga bisa jadi jalan keluar,” kata Yenrizal.

Ia juga mengemukakan pentingnya melibatkan keterlibatan lembaga riset untuk mengoptimalkan berbagai pendekatan yang mampu membuat partisipasi masyarakat sejalan dengan program gotong royong.

“Agar hasilnya seperti restorasi Sungai Citarum di Provinsi Jawa Barat yang kini mulai berhasil,” katanya.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait