Jahuri SP, Aleg Yang Fokus Kembangkan Pertanian

SWARNANEWS.CO.ID, MUSI RAWAS | Senin, 13/7/2020, Menapaki ruang tamu kediaman pribadi anggota legislatif (aleg) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Jahuri, SP terasa memasuki gudang beras.

Beralamat di Dusun I Desa Sumber Rejo Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas, meskipun tak begitu mentereng tapi bangunan kokoh itu terlihat lebih menonjol sebagai rumah seorang anggota dewan yang berada di lingkungan pedesaan.

Jahuri SP

Siapa kira ternyata di dalam rumah politisi Partai Golkar ini terdapat banyak tumpukan beras yang sudah dikemas dalam karung seukuran berat sepuluh kilo gram. Ada pula sebagian kecil lainnya dalam kemasan karung ukuran berat 50 kilo gram.

Lagi panen Kang, sapa awak media Swarnanews co.id, membuka perbincangan. “Tidak, ini beras pesanan Pemkab Mura untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19”, tutur sekretaris fraksi Golkar DPRD Mura ramah.

Sekretaris Komisi II DPRD Mura meneruskan penuturannya, selaku anggota dewan dia tidak pernah bergeser dari perhatiannya terhadap isu dan persoalan pertanian. Pasalnya selain karena anak petani, menekuni juga pertanian secara modern dan hidupnya pun di lingkungan petani. Bahkan alumni jurusan agronomi fakultas pertanian angkatan 1993 pada salah satu universitas swasta kota pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku hoki dan dibesarkan oleh petani.

Diketahui Jahuri, tokoh muda Tani yang ulet dan gigih dalam mewujudkan keinginan dan cita-citanya dalam memajukan pertanjan. Salah satu karya yang sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh kelompok tani atas didirikannya Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Kelompok Tani Sinar Karya II, Dusun I Desa Sumber Rejo, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas.

Program SP3T merupakan bentukan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai upaya untuk mendorong petani ke industri pangan.

Konkretnya SP3T menjadi sarana menampung dan memasarkan hasil panen petani komoditas padi. Dengan demikian kebijakan nyata pemerintah dalam hal ini Kementan dalam membantu petani mengatasi permasalahan pengelolaan pasca panen yang lebih baik.

Hasilnya, seperti SP3T Desa Sumber Rejo yang dikelola Jahuri SP dan delapan belas kelompok tani mampu memberikan andil positif bagi permasalahan krusial seperti panen saat musim hujan.

Dengan adanya sarana SP3T petani tetap bisa melakukan panen saat musim hujan lantaran ada alat pengering gabah (vertical drayer).

SP3T Desa Sumber Rejo memiliki kapasitas 10 ton gabah yang mampu dikeringkan per 10 – 12 jam kerja. Sehingga mengoperasikan tidak kurang tiga puluh orang pekerja dari kelompok tani setempat agar proses produksi terus berjalan. Berbagai aktivitas seperti proses pengeringan gabah, penggilingan, pemisahan kualitas beras medium dan premium juga pengepakan dan pengemasan (packing and packaging) bisa dilakukan.

SP3T Sumber Rejo juga memiliki fasilitas latar jemur kapasitas dua puluh ton sebagai antisipasi tindakan penyelamatan saat hasil panen melimpah dan masih terbatasnya alat vertical drayer.

Dikatakan Jahuri meskipun SP3T ini berkedudukan di Desa Sumber Rejo, tapi daya jangkau wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah Musi Rawas.

“Bahkan kita dapat menjangkau wilayah Kabupaten tetangga sentra produksi gabah seperti Banyu Asin. Bisa saja alat combine harvester kita luncur ke sana. Hal itu dilakukan untuk mensiasati saat Musi Rawas sedang tidak musim panen, sebaliknya Kabupaten Banyu Asin sedang musim panen. Sehingga SP3T Sumber Rejo tetap produksi”, papar anggota Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Musi Rawas.

Jahuri juga membeberkan sebagai generasi muda yang mencintai sektor pertanian, perlahan dan pasti dia akan merubah pola tradisonal ke petani modern.

“Ya pelayanan kita termasuk penyediaan sarana produksi pertanian dan jasa alat mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor, excavator, vertical drayer, combine harvester, pupuk dan obat-obatan pertanian”, bebernya.

Diakuinya semua peralatan mesin pertanian (Alsintan) senilai 3,5 M didapatkan dari pola bantuan Kementan.

Sebagai tambahan informasi alsintan jenis pemanen kombinasi (combine harvester) mesin yang dapat memanen tanaman serealia antara lain padi, gandum, oat, rye, jagung, kedelai, barley dan flax.

Sesuai namanya combine harvester dapat melakukan kombinasi tiga pekerjaan antara lain menuai, merontokkan dan menampi dijadikan satu rangkaian operasi.

Pada masa pandemi corona virus disease (Covid-19) peran SP3T Desa Sumber Rejo menjadi penting sebagai sebuah entitas yang mampu menyerap Gabah Panen Kering (GKP) masyarakat tani di Musi Rawas khususnya.

“Pasalnya saat pandemi covid-19, terjadi pembatasan pergerakan dan pertemuan orang. Sehingga berimbas pula pada pola dan gerak laju transaksi hasil pertanian terutama gabah dan beras. Harga dan produksi pun menjadi tidak stabil. SP3T berperan mampu menyerap GPK petani. Terutama untuk kawasan sentra produksi gabah di Musi Rawas seperti Kecamatan Megang Sakti, Purwodadi, Sumber Harta, Tugu Mulyo, sebagian di Kecamatan STL Ulu Terawas dan Muara Beliti”, beber pria dengan dialek Sunda yang cukup kental.

Pada masa pandemi covid-19, SP3T Desa Sumber Rejo mendapat kuota pesanan beras dari Pemkab Mura untuk didistribusikan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar 1500 ton beras kualitas medium. Hingga saat dibincangi Swarnanews.co.id, Senin, 13/7/2020, Jahuri mengaku sudah terserap sebanyak 500 ton beras dari kuota yang dipesan tersebut.

Ke depan SP3T akan menambah satu jenis produk yaitu beras kemasan. Saat ini sedang dalam proses persiapan meliputi tahapan uji lab dan terkait izin dari otoritas Kementan RI”, tutupnya penuh semangat.

Teks : Rehanudin Akil
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait