Mahasiswa Diajak Budidaya Ikan Sekaligus Cegah Karhutla

SWARNANEWS.CO.ID-Palembang, 14/7 /2020- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri S mendorong jajarannya memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya ikan bersama masyarakat sekitar guna meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan ikan dari daerah lain.

Keberhasilan personel Ditpolairud melakukan budidaya ikan bandeng di Desa Margamulya Sungsang, Kabupaten Banyuasin, akan diupayakan dikembangkan di jajaran lainnya yang ada di 17 kabpaten/kota dalam Provinsi Sumsel, kata Kapolda Irjen Pol Eko di Palembang, Selasa.

Untuk mengembangkan budidaya ikan itu, personel bisa memanfaatkan lahan kosong yang ada di perkarangan rumah, komplek perumahan dinas, lahan tidur di sekitar mako, dan kerja sama dengan masyarakat.

Sebagai contoh, lahan kosong di kompleks perumahan dinas Pakri Palembang sekarang ini tengah dikembangkan beberapa kolam budidaya ikan.

Khusus untuk mendukung kegiatan budidaya ikan di Kota Palembang, pihaknya telah membuat dua kolam dan segera dibuat beberapa kolam lagi yang akan diisi berbagai jenis ikan lokal.

“Lahan di komplek perumahan Pakri masih cukup luas, ada 10 kolam yang bisa dibangun di dalam komplek tersebut,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, pihaknya mendorong berbagai lembaga dan komunitas di kota setempat untuk melakukan budidaya ikan dan kegiatan penebaran benih ikan yang ada di sekitar kawasan permukiman warga dan Sungai Musi.

“Kegiatan budidaya dan penebaran benih ikan yang dilakukan pihak Polda Sumsel sangat positif dan perlu didorong lebih gencar lagi untuk meningkatkan produksi ikan di kota ini serta mengurangi ketergantungan pemenuhan konsumsi ikan warga yang sebagian masih dipasok dari kabupaten sekitar,” ujar Fitrianti.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menggandeng mahasiswa dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.

Gubernur di Palembang, Selasa, minta BEM KM Sriwijaya dapat membentuk tim supaya bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin maksimal.

“Saya ingin sekali kita begini, dimana Pemprov Sumsel menerima aspirasi mahasiswa untuk menanggulangi karhutla. Saya ingin kita bersama-sama menanggulanginya,” ujar Gubernur.

Dengan adanya sumbang saran maka dapat segera dieksekusi.

Tentu pihaknya sangat menerima dengan baik rekomendasi yang diberikan mahasiswa karena pertemuan ini adalah cara calon intelektual mengkritisi dan memberi masukan kepada pemerintah daerah.

Gubernur mengatakan penanganan karhutla telah menjadi kepeduliannya. Dirinya telah melibatkan 10 bupati yang daerahnya rawan karhutla untuk masuk dalam tim Satgas Provinsi

Sebagai Dansatgas pada daerah masing-masing, mereka bertanggung jawab secara langsung kepada Gubernur.

Pihaknya juga sudah mengalokasikan dana Rp45 miliar kepada daerah-daerah tersebut yang dibagi secara proposional pada apel siaga karhutla pada 30 Juni lalu untuk membeli alat tidak habis pakai.

Selain itu, Gubernur juga juga akan mendukung apabila mahasiswa ingin menyampaikan aspirasinya dengan berdiskusi dengan pihak kementerian yang membidangi masalah karhutla.

Selain masalah karhutla, pertemuan dengan mahasiswa itu juga membahas mengenai pembangunan lainnya.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait