Adi Tyogunawan, SH MH: Membangun Kantor Kejari OI Dengan Penuh Humanis dan Empati

SWARNANEWS.CO.ID, OGAN ILIR |Pimpinan  tertinggi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir  Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki kepribadian khas. Gaya bicaranya lugas dan to the point menyangkut hal-hal berkaitan penegakan hukum dan humanisme. Meski tak jarang untuk menyampaikannya  dia kemas kritik atau masukan dan  saran dengan gaya guyonan.

“Ini saya maksudkan agar lawan bicara tak tersinggung atau terkejut tapi kemudian mengerti pesan moral yang ingin saya sampaikan,” ujar Adi Tyogunawan SH MH Kepala Kejaksaan Negeri  OI  yang mengajak seperjalanan dengan Swarnanews usai menghadiri acara TMMD di Desa Pulau Negara dan Sarang Lang Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (14/72020) lalu.

Banyak  hal dan obsesi yang ingin diwujudkan oleh kandidat doktor ilmu hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri) ini. Tentu hal-hal itu menyangkut upaya-upaya penegakan hukum di tengah masyarakat sehingga hukum menjadi piranti sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil makmur sejahtera dan berkeadilan.

 

Kajari Adi Tyogunawan SH, MH saat menerima Swarnanews.

 

Apa yang menjadi harapannya itu, setahap demi setahap dia wujudkan. Termasuk dalam hal merintis eksistensi lembaga peradilan umum ini dengan adanya Kejari OI untuk awal mulanya. Dia menempati gedung dan menumpang di perkantoran yang dekat kompleks KPU OI. Bukan hanya itu tenaga jaksa yang ada pun baru dia sendiri dan beberapa gelintir jaksa lainnya.

Ruang barang bukti berupa Ranmor roda dua yang tersimpan rapi dan aman.

 

Wajar jika pimpinan di level atasnya bertanya-tanya dia akan bekerja dengan siapa saat mengemban tugas berat tersebut.

“Saya menjawab akan bekerja dengan para tenaga honorer yang ada,” ujarnya saat itu.

Namun kerja keras dan optimisme yang dia bangun kemudian menjadikan  tahap demi tahap tenaga-tenaga jaksa yang bertugas di Kejari OI makin lengkap dan semua bidang nyaris terisi. Sehingga Bidang Pembinaan, Intelijen, Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), Bidang Barang Bukti dan Rampasan, serta Datun sudah terisi SDM yang bisa membantu kinerjanya.

Untuk mendukung semua proses kinerjanya, bahkan beberapa bulan lalu dia dan seluruh staf dan jajaran telah menempati kantor Kejari yang baru di jalan Bypass Palembang Prabumulih  tak jauh dari Mapolres  Ogan Ilir di Indralaya Utara Kabupaten OI.

Gedung dua lantai itu berdiri megah. Di sekitarnya dia sulap dengan penanaman tumbuhan dan bunga-bungaan yang mengesankan suasana hijau asri bantuan perusahaan keramik PT Arwana.

Ruang Tahanan Anak yang bernuansa nyaman dengan interior yang familiar dengan anak-anak sesuai usianya.

 

Saat masuk ke ruang demi ruang, Swarnanews diperlihatkan kondisi semua ruangan yang saat ini sangat refresentatif dan didesain dengan apik sehingga menghadirkan rasa nyaman.

Untuk memberikan layanan dia terapkan sistem Layanan Terpadu Satu Pintu yakni berkaitan dengan izin membezuk tahanan, pengambilan barang bukti, jadwal sidang, layanan hukum, layanan seksi intelijen, Pidum, Pidsus dan Perdata serta  Tata  Usaha Negara (Datun).

Saat ditanya  tentang apa yang menjadi landasan moral untuk mengemban tugas sebagai Kajari dia mengemukakan, semua didasari pada Tri Krama Adhyaksa yakni   SATYA yang menjunjung kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap diri pribadi dan keluarga maupun sesama manusia.

Kemudian   ADHI yakni  kesempurnaan dalam bertugas dan berunsur utama pemilikan rasa tanggung jawab, bertanggung jawab baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap keluarga dan terhadap sesama manusia.

Lalu yang tak kalah penting adalah   WICAKSANA yakni bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku khususnya dalam pengetrapan kekuasaan dan kewenangannya.

Untuk implementasi fungsi dan tugasnya sebagai aparat kejaksaan itu dia mendesain tata ruang Kejari dengan lengkap yakni di lantai dasarnya terdapat ruang Pos Pelayanan Satu Pintu, ruang jaksa, ruang laktasi ibu menyusui, ruang  ramah anak.

Ada juga sejumlah ruangan seperti ruang pidana umum, ruang pidana khusus, ruang perdata, ruang TUN, DAN ruang rapat. Sedangkan di lantai dua ada ruang Kajari dan aula untu melakukan video conference atau rapat-rapat dengan sistem daring.

 

Ruang Tahanan Wanita dengan nuansa warna pink yang cocok untuk para wanita sehingga menimbulkan suasana nyaman.

Ruangan-ruangan   tahanan yang ada di Kejaksaan Negeri Ogan Ilir didesain sehingga makin representative. Caranya dengan mendesain ruangan  nuansa yang indah, nyaman. Misalnya Ruang Tahanan Anak didesain sedemikian rupa sehingga  membuat anak-anak tidak merasa ketakutan. Ruang tahanan itu dindingnya dicat dengan warna khusus yang disukai anak-anak. Meski tidak terlalu besar, ruangan  yang dibangun oleh Kajari OI  beserta para pegawainya tersebut, menampilkan suasana yang sangat nyaman.

Ketika ada kasus  para Jaksa juga diharapkan  tidak membuat anak stress atau ketakutan. Tak hanya itu saja, ruangan Tahanan Anak di Kejari OI ini pun tampak sejuk dan menyenangkan.

Adi Tyo menambahkan,  pihaknya  sengaja membangun ruangan tahanan  yang ramah anak, sehingga anak-anak yang bermasalah hukum tidak stress dan merasa takut ketika berada di Kejaksaan.

 

 

 

Kelengkapan IT

“Pokoknya ruangan ini ramah anak dech. Kami berupaya memberikan kesan yang menyenangkan kepada anak, sehingga mereka tidak takut dan stress,” ungkapnya.

Demikian juga ruangan untuk penyimpanan  barang bukti. Di situ terlihat puluhan sepeda motor yang terparkir rapi dan diselimuti dengan kain sejenis terpal lembut yang menjadikan barang bukti itu tetap terjaga kebersihan dan keamanannya.

Kemudian ada juga Ruang Laktasi untuk ibu-ibu yang menyusui. Semuanya didesain dengan kondisi yang sangat relevan dengan fungsinya.

Perlengkapan IT untuk Rapat daring, Webinar, komunikasi zoom dan lainnya.

 

Hal lain yang sangat penting dan menjadi perhatian Kajari adalah suplai air bersih di semua ruangan. Semuanya tersedia melalui kran-kran yang telah terpasang dengan rapi dan dipasok dari sumur bor yang kualitas airnya sangat baik jernih dan sama sekali tak berbau.

“Kami punya water treatment untuk itu. Sehingga meski bukan air PDAM tapi kualitasnya sangat baik,” ujar pria yang mengaku sejak usia 3 tahun telah ditinggal oleh ayahnya yang telah pulang ke rahmatullah.

Menariknya ruangan Kejari itu masih dilengkapi dengan toilet yang sekelas hotel berbintang. Baik tata ruangnya maupun peralatan toilet yang ada.

Semua hal itu dia wujudkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga ketika mereka berususan dengan hukum ada rasa nyaman dan bisa memperjuangkan keadilan yang ingin ditegakkkan.

 

Teks/Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait