Polda Rehabilitasi 260 Anggotanya Sukarela Mengaku

SWARNANEWS.CO ID-Palembang, 16/7 /2020- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memberikan kesempatan kepada 260 anggotanya yang secara sukarela mengaku telah mengonsumsi narkoba untuk mengikuti program pembinaan dan rehabilitasi guna melepaskan diri dari kecanduan barang terlarang itu.

“Untuk melakukan pembinaan dan rehabilitasi anggota pengguna narkoba itu dilakukan secara bertahap, dimulai pada pertengahan Juli 2020 ini bagi 80 personel,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi di Palembang, Kamis.

Menurut dia, untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri pada awal Juli 2020 ini mengeluarkan kebijakan pembersihan internal dengan memberikan kesempatan ‘pengakuan dosa’ bagi anggota yang selama ini kecanduan narkoba.

Ratusan personel Polda Sumsel dan jajaran memanfaatkan kesempatan itu secara jujur mengaku mengonsumsi narkoba dan mengajukan permohonan rehabilitasi untuk melepaskan kecanduan barang terlarang itu secara sukarela.

Setelah kesempatan mengakui konsumsi narkoba serta program pembinaan dan rehabilitasi berakhir akan dilakukan pemeriksaan secara acak kepada personel di seluruh jajaran sebagai tindakan pemberantasan barang terlarang itu.

Jika masih ada personel Polri dan ASN berdasarkan hasil pemeriksaan terbukti mengonsumsi narkoba akan ditindak tegas dengan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Tindakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel akan lebih digalakkan diawali dengan pembersihan internal.

Narkoba telah masuk ke berbagai institusi, lembaga, dan semua lapisan masyarakat, untuk itu perlu gerakan bersama mencegah timbulnya korban baru dan menutup celah peredaran gelap barang terlarang itu, kata kabid humas.

*106 Pengedar Ditangkap

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam sebulan terakhir menangkap 106 pengedar dan pemakai narkoba dari berbagai kabupaten dan kota provinsi setempat.

Pada akhir Juni 2020 diamankan 34 tersangka pengedar narkoba serta 13 pemakai, kemudian hingga pertengahan Juli ini kembali diamankan 45 tersangka pengedar dan 14 pemakai barang terlarang itu, kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi di Palembang, Kamis.

Dari tangan para tersangka disita barang bukti 1,8 kilogram sabu-sabu, 1,4 kilogram ganja, dan 53 butir pil ekstasi.

Berdasarkan evaluasi pengungkapan kasus narkoba dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan jumlah pengedar dan pemakai barang terlarang itu, untuk itu operasi pemberantasan narkoba akan dilakukan lebih gencar.

“Kami terus berupaya melakukan operasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan melakukan penegakan hukum secara tegas kepada siapapun yang terbukti memiliki, menyimpan, dan mengedarkan barang terlarang itu,” ujarnya.

Selain memberantas narkoba, pihaknya juga berupaya menindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian dengan pemberatan dan tindak kriminal lain yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

Upaya untuk menekan kasus tindak kejahatan tersebut, Tim Direktorat Reskrimum Polda Sumsel beserta jajaran polres/polrestabes pada pertengahan Juli 2020 ini mengungkap 33 kasus tindak pidana dan mengamankan 54 tersangkanya.

Perincian kasus pidana yang diungkap yakni pencurian dengan pemberatan 23 kasus, pencurian dengan kekerasan lima kasus, pencurian kendaraan bermotor tiga kasus, dan dua kasus pembunuhan, ujar Kombes Supriadi.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait