Masyarakat OKU Segera Nikmati Jaringan Gas Rumah Tangga

SWARNANEWS. CO.ID-Baturaja, 18/7 /2020 | Masyarakat Kecamatan Lubuk Batang dan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan dalam waktu dekat menikmati jaringan gas rumah tangga dari pemerintah pusat yang dipasang secara gratis.

“Pemasangan jargas (jaringan gas) ini gratis dan biaya per bulannya ringan,” kata Camat Baturaja Timur, Ogan Amri, melalui sekretarisnya, Suryadi, di Baturaja, Jumat (17/7).

Dia menjelaskan proyek jaringan gas rumah tangga itu sedang dikerjakan dengan menggali pipa induk agar dapat didistribusikan ke rumah pelanggan.

Jumlah warga Kecamatan Baturaja Timur yang terdata segera menikmati jaringan itu, yaitu Desa Terusan sebanyak 129 rumah, Tanjung Kemala 321, dan Kelurahan Sukajadi 546 pelanggan.

“Saat ini kami gencar menyosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat jaringan gas rumah tangga sebelum didistribusikan ke rumah pelanggan,” ujarnya.

Bupati Ogan Komering Ulu Kuryana Azis pada kesempatan sebelumnya mengemukakan program pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga itu kebijakan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk masyarakat setempat.

“Program City Gas ini merupakan program strategis yang direncanakan Pemerintah Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) sejak 2017 yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021,” katanya.

Ia mengatakan hal itu saat rapat koordinasi pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga bersama Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM di Baturaja, Kamis (16/7).

Pada tahap pertama, pihaknya membangun konstruksi jaringan gas mencakup dua kecamatan, yakni Lubuk Batang sebanyak 11 desa, Baturaja Timur dua desa dan satu kelurahan.

Panjang jaringan pipa gas yang dibangun saat ini terdiri atas pipa induk sepanjang 41,390 km dan pipa distribusi sepanjang 124,084 km.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Alimuddin Baso mengatakan pembangunan jaringan gas merupakan program prioritas pemerintah untuk menekan peningkatan biaya subsidi elpiji tiga kilogram.

Dia mengharapkan warga yang menjadi pelanggan dapat kooperatif terhadap jaringan yang telah terpasang di lingkungan sekitarnya sehingga manfaatnya bisa dioptimalkan.

Pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga, katanya, lebih menghemat subsidi elpiji, yaitu sekitar Rp178 miliar per tahun atau jumlah impor elpiji berkurang sekitar 25.500 ton per tahun.

“Penghematan tersebut memanfaatkan APBN Tahun 2019 yang menyasar sebanyak 17 kabupaten dan kota, salah satunya adalah Kabupaten OKU,” ujarnya.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait