Deru Tinjau Masjid SMB Jayo Wikramo

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pelaksanaan sholat Idul Adha dan Penyembelihan hewan kurban di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo atau Masjid Agung sudah menggalakkan sesuai standar protokol kesehatan.

Di sudut-sudut tempat, seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, penerapan social distancing dan lainnya sudah di siapkan dengan benar dan baik

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru usai penyerahkan sapi hewan kurban seberat 1.2 ton dari Presiden Jokowi, dan Pemprov Sumsel 1.150 kilogram kepada Yayasan Masjid Agung Palembang, Kamis (30/7).

“Tadi saya memeriksa penerapan protokol kesehatan yang akan diberlakukan besok (Sholat Idul Adha) di Masjid Agung. Ternyata sudah menggalakkan protokol kesehatan yang benar ,semuanya sesuai kesepakatan dan aturan,” katanya.

Dikatakan Deru, untuk pembagian daging hewan kurban harus dibagikan dengan sasaran yang tepat misalnya para mustahid, dan lainnya.

Sebagai syarat tambahan, calon penerima hewan kurban tidak boleh berkumpul di tempat pemotongan. Petugas atau panitia masjid hewan kurban harus berkerja ekstra membagikan dengan cara antar ketempat atau door to door.

“Dengan data benar, diantarkan dengan cara benar, diantar ke alamat masing-masing. Harapannya, kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan, kota Palembang untuk tidak berkumpul saat pemotongan hewan kurban,” jelas Deru.

Kemudian, penerima harus tunggu di rumah dan bagi yang berkurban silakan mengirimkan perwakilan untuk melihat prosesi pemotongan hewan kurban karena itu dianggap hal penting.

“Paling tidak Pemerintah Provinsi telah menyampaikan hal penting dalam menjaga untuk sementara ini agar Covid-19 tidak menyebar menjadi klaster baru di tempat pemotongan hewan,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Yayasan Masjid Agung SMB Jayo Wikramo, Ir Kgs H Ahmad Syarnubi menambahkan, jama’ah sholat Idul Adha besok itu dibatasi, berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya karena kondisi pandemi Covid-19.

“Jamaah dibatasi 3000 orang khusus didalam masjid agar mudah mengontrol.
Biasanya sampai diluar masjid tetapi kali ini hanya didalam ruangan masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Teks : Iwan
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait