KUR Sumsel Dipecut Maju Era Covid

SWARNANEWS.CO.ID-Palembang, 30/7 2020 – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat ke kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendongkrak pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Kamis, mengatakan, sejauh ini realisasi penyaluran KUR oleh kalangan perbankan hanya 35 persen dari kuota Rp4,5 triliun.

“Kami tidak menyalahkan kalangan perbankan juga, bisa jadi memang dari UMKM-nya yang tidak membutuhkan dana untuk suntikan modal karena lagi ada COVID-19. Tapi, tetap penyaluran KUR ini harus digencarkan karena diyakini bisa mendorong perekonomian rakyat,” kata Herman Deru.

Untuk mencapai target ini, ia mengatakan, Pemprov Sumsel telah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat penyaluran KUR.

Tim ini akan mengindentifikasi persoalan-persoalan yang dihadapi kalangan UMKM dalam penyerapan KUR.

“Ini harus dilakukan pengecekan di lapangan, apa masalah. Jika sudah tahu, harus diupayakan untuk mengatasinya sehingga realisasi KUR dapat terus bertambah,” kata dia.

Selain membantu permodalan bagi kalangan UMKM, Herman Deru menilai, pelaku ekonomi kecil ini juga harus diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.
Ia berpendapat, saat ini banyak warga yang berminat menjadi pelaku UMKM karena mengalami pemutusan hubungan kerja (phk) akibat dampak COVID-19.

Oleh karena itu, pemprov telah melaporkan ke kementerian terkait mengenai kebutuhan pelatihan ini. Selain itu, pemprov juga akan mengandeng kalangan BUMN dan swasta untuk membantu pelaku UMKM ini.

Lalu, ia melanjutkan, yang tak kalah penting yakni inovasi dan improvisasi dari intansi terkait untuk menyediakan pasar bagi pelaku UMKM.

“Saat ini penjualan dapat dilakukan secara online, dan ini sangat membantu. Jika tidak ada online, bisa jadi ekonomi kita benar-benar terhenti. Tapi perlu diketahui, tidak semua pelaku UMKM itu bisa mengaplikasikannya, dan ini butuh edukasi,” ujar dia.

Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel Normandy Akil mengatakan perusahaannya pada masa pandemi COVID-19 ini merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke ratusan petani di berbagai daerah sentra produksi beras di Sumatera Selatan.

Penyaluran KUR ke petani ini merupakan komitmen dari perusahaan untuk turut menjaga ketahanan pangan di tengah penyebaran virus corona (COVID-19).

“Kami fokus menyalurkan KUR ke sektor pertanian karena petani membutuhkan pembiayaan untuk modal kerjanya, terutama saat pandemi ini,” kata dia.

Sejauh ini kinerja serapan KUR yang digelontorkan masih cukup baik. Realisasinya sudah mencapai Rp219 miliar per 30 Juni, di mana targetnya sampai dengan Desember 2020 sebesar Rp500 miliar, kata dia.

Palembang Dorong KUR Maju Era Covid

Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, berupaya membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terpuruk dampak wabah COVID-19 bangkit melakukan kegiatan usaha menyesuaikan dengan kondisi normal baru produktif aman dari penularan virus tersebut.

“Pelaku UMKM harus mulai bangkit, untuk membantu mereka disiapkan program pembinaan bantuan modal usaha tanpa bunga,” kata Sekda Palembang, Ratu Dewa di Palembang, Kamis.

Menurut dia, pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, busana tradisional dan bidang lainnya jangan menyerah dengan menurunnya omzet dampak kondisi ekonomi yang kurang baik dan pandemi COVID-19 sekarang ini.

Kondisi sulit sekarang ini harusnya menjadi tantangan untuk melakukan kegiatan yang mampu membawa pelaku UMKM bertahan dan melakukan berbagai terobosan baru.

“Dalam kondisi sulit sekarang ini harus melakukan berbagai cara agar bisa bertahan, sambil melihat peluang melakukan terobosan pengembangan usaha,” ujar Sekda.

Melalui pembinaan dan bantuan modal usaha itu diharapkan jumlah pelaku UMKM di Bumi Sriwijaya ini tidak mengalami penurunan drastis akibat tidak mampu bertahan menghadapi kondisi sulit tersebut.

Berdasarkan data pada 2019, di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini terdapat sekitar 37 ribu pelaku UMKM, sebagian besar mereka masih menjalankan kegiatan usahanya, namun untuk mengetahui secara persis berapa banyak yang tidak mampu bertahan dampak wabah COVID-19 itu, terus dilakukan pendataan, kata Ratu Dewa.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait