Ada Dinamika Pra Musda FCO Terpilih Aklamasi Kembali Pimpin Golkar Mura

SWARNANEWS.CO.ID, MUSI RAWAS | Kamis, 13/08/2020 – Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar (PG) Kabupaten Musi Rawas (Mura) berlangsung di gedung Serba Guna Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, Mura berjalan cepat dan lancar.

Hasilnya Firdaus Cik Olah (FCO) terpilih secara aklamasi untuk memimpin kembali PG Mura dalam periodeisasi kepengurusan 2020-2025.

Dalam pidato politiknya usai terpilih kembali sebagai Ketua DPD II PG Mura, FCO mengucapkan syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Musda X tersebut.

“Alhamdulillah acara Musda X berlangsung aman dan lancar. Meskipun Saya akui diawal Pra Musda ada dinamika tapi tak mengapa. Biasa saja dinamika dalam prosesi demokrasi, silakan pecah di dalam tetapi jangan sampai ke luar”, ungkapnya.

FCO juga mengajak kader Golkar Mura untuk kembali bersatu, bahu membahu besarkan Golkar.

“Mari bersatu, besarkan Partai Golkar. Pilkada 2020 sudah di depan mata. Ini momentum untuk kita bersatu guna mengamankan keputusan DPP merekomendasikan kepada siapa. Nanti siapapun yang direkomendasikan DPP Golkar, kita wajib perjuangkan seoptimal mungkin”, ajak FCO.

Yulizar Dinoto selaku Korda Golkar Mura dari pengurus DPD I Golkar Provinsi Sumatera Selatan pada sesi penutupan Musda X PG Mura. Juga mengaku lega dan bersyukur atas selesainya suksesi dalam rumah tangga Golkar Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara.

“Alhamdulillah sudah terpilih Ketua DPD Saudara FCO, Formatur dan semoga segera terpilih susunan pengurus baru dalam dua minggu ke depan. Karena dalam formatur ada unsur dari DPD I PG Sumsel silakan nanti secara tekhnis apakah teman-teman Golkar Mura yang akan ke Palembang atau sebaliknya kami yang ke Mura untuk merampungkan mandat Musda ini dalam menyusunan kepengurusan”, papar Yulizar Dinoto.

Sementara FCO mengatakan meminta tenggat waktu selama dua pekan untuk menyelesaikan susunan kepengurusan DPD II PG Mura periode 2020-2025.

“Saya mohon minta waktu dua pekan untuk merampungkan susunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Musi Rawas”, pinta FCO.

Masih dalam arena Musda X PG Mura, Ketua DPD I PG Sumsel, Dr.H.Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA, dalam sesi wawancara dengan para wartawan seusai membuka secara resmi acara Musda menegaskan untuk mendapatkan rekomendasi mencalonkan diri sebagai ketua DPD I dan II di tubuh Golkar harus penuhi empat kriteria pokok.

“Kami merekomendasi para calon ketua DPD II PG dengan memperhatikan rekam jejaknya. Selain itu ada empat faktor dan kriteria wajib yang harus dipenuhi oleh person atau kader Golkar untuk maju sebagai pemimpin di partai ini. Kriteria pokok itu kami menyebutnya PDLT yaitu Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tak Tercela. Nah FCO ini memenuhi semua kriteria tersebut”, papar Dodi Reza Alex Noerdin seraya menuju ke arah mobilnya guna kembali ke Sekayu ibukota Kabupaten Musi Banyu Asin.

Pantauan awak media Swarnanews.co.id tepat pada pukul 17.05 WIB, Musda X Partai Golkar Kabupaten Musi Rawas dinyatakan selesai dengan hasil utama terpilihnya kembali FCO sebagai Ketua DPD II PG Mura masa bakti 2020-2025.

Sebelumnya pada Pra Musda dua kader muda Golkar, Effendi dan Sugeng Prayoga yang sebelumnya menyampaikan nota protes keras terkait pelaksanaan Musda Golkar Mura di Desa Sungai Pinang, notabenenya memberikan keuntungan politik bagi FCO lantaran tempat Musda merupakan kampung halaman FCO.

“Tidak hanya sekedar kampung halaman bahkan FCO juga merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Sungai Pinang beberapa periode dan saat ini pun yang menjadi Kades tidak lain istri FCO. Jadi bisa ditebak betapa mudanya FCO menggerakkan pihak lain di luar Golkar untuk mengamankan kepentingannya dalam momentum Musda X PG Mura. Makanya Kami menghendaki cari tempat lain untuk melaksanakan Musda ini ,” kata Fendi saat dibincangi pada sebuah hotel di kawasan Kota Lubuklinggau sehari sebelum gelaran Musda X PG Mura dilaksanakan.

Bahkan jauh sebelumnya Sugeng Prayoga mengalamatkan Musda X Golkar Mura dengan istilah Musdes (Musyawarah Desa).

“Jika tetap dipaksakan pelaksanaannya di Desa Sungai Pinang maka itu bukan Musda tetapi Musdes”, sindir Sugeng.

Kuatnya penolakan kader muda Golkar terhadap tempat penyelenggaran Musda Golkar Mura membuat Ketua Harian DPD I PG Sumsel Hj. R.A. Anita Noeringhati, SH, MH, terpaksa memanggil dan berkoordinasi dengan Sekretaris DPD II PG Mura Rusidi, SH dan Ketua Panitia Pengarah (SC) Musda X PG Mura, H Bambang Mulya Jaya.

Pembicaraan serius antara wanita yang juga menjabat Ketua DPRD Sumatera Selatan
Anita Noeringhati, dengan dua kader senior Golkar Mura tersebut berlangsung di salah satu ruangan Smart Hotel Lubuklinggau diselah acara pembukaan Musda V PG Kota Lubuklinggau.

Salah seorang kader Muda PG Mura yang pro kepada FCO mengatakan bahwa diskusi kecil yang dikomandoi Anita Noeringhati tersebut untuk merespon nota protes kader muda Golkar Mura yang menolak tempat Musda X PG Mura di Desa Sungai Pinang Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas yang tidak lain kampung halamannya FCO.

Santer terdengar baik di arena Musda III PG Kabupaten Muratara maupun di arena Musda V PG Kota Lubuklinggau bahwa Musda X PG Mura akan dibatalkan, akan dipindahkan bahkan akan deadlock. Gegara tempat pelaksanaannya disinyalir tidak netral.

Tampaknya nota protes dua kader muda Golkar Mura tersebut durespon dalam prosesi acara pembukaan Musda X PG Mura. FCO di tengah sambutannya memutar tayangan rekaman lagu yang berjudul Jurnalis Desa dinyanyikan oleh Dr.H.Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA.

“Salah satu alasan saya menginginkan tempat pelaksanaan Musda X PG Mura di Desa Sungai Pinang adalah bahwa suara Golkar adalah suara rakyat, sebaliknya suara rakyat adalah suara Golkar. Dan sesuai pula dengan ajakan Pak Ketua DPD I PG Sumsel Pak Dodi melalui lagu Jurnalis Desa. Mari kita saksikan sejenak tayangan lagu tersebut”, papar FCO, seraya mengajak hadirin mengarahkan pandangan ke layar lebar menyaksikan tayangan lagu Jurnalis Desa.

Dodi Reza Alex Noerdin yang duduk bersebelahan dengan Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan (H2G) di barisan depan tampak mengangguk-anggukkan kepalanya sambil bertepuk tangan menyaksikan rekaman dirinya yang sedang menyanyikan lagu Jurnalis Desa. Suasana ruangan Musda X PG Mura pun tampak menjadi gemuruh dan cair.

Dua kader muda Golkar yang kontra Musda X PG Mura, Effendi dan Sugeng Prayoga belum dapat memberikan pandangannya pasca pelaksanaan Musda Golkar Mura dan terpilihnya kembali secara aklamasi FCO.

“Maaf saya harus koordinasi terlebih dahulu dengan rekan saya Bung effendi. Harus bagaimana kami menyikapinya. Tapi yang pasti saya pribadi mau tetap berada di luar pengurusan PG Mura hasil Musda X ini. Tetap menjadi kader Golkar tetapi memilih berada di luar kepengurusan”, tutup Sugeng melalui sambungan selulernya.

Teks : Rehanudin Akil
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait