Disindir Dodi Sebagai Adiknya yang Hilang, HRW Tetap Terpilih Aklamasi

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar (PG) Kota Lubuklinggau sudah selesai dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2020, hasilnya kembali menetapkan secara aklamasi H Rodi Wijaya, SE, M.Si (HRW) sebagai Ketua DPD II PG Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan untuk masa pengurusan 2020-2025.

Saat prosesi acara pembukaan Musda V di Ball Room Smart Hotel Lubuklinggau, pada giliran Ketua DPD I PG Sumatera Selatan, Dr.H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA, menyampaikan pidato politik, Ia mengawalinya dengan ungkapan sindiran.

Entah apa maksud dan tujuan dari putra mantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin Pandji mengungkapkan kata-kata sindiran ditujukan kepada HRW.

Beberapa kader Golkar yang berada di arena Musda V PG Lubuklinggau menafsir dan menyimpulkan sendiri-sendiri sindiran Bupati Musi Banyu Asin (MUBA) itu.

Para kader PG yang meminta untuk tidak menuliskan identitasnya di media berpendapat ungkapan sindiran Dodi tidak terlepas dari endapan dinamika saat Musdaprov X Golkar Sumsel yang berlangsung awal Maret 2020 lalu.

Saat itu terjadi dua poros yang membelah kekuatan dukungan politik di tubuh Golkar Sumsel. HRW konon informasinya tidak berpihak kepda DRA (Dodi Reza Alex Noerdin). Makanya maklum saja muncul sindiran saat orasi politik di podium Musda V PG Lubuklinggau.

“Bukan soal Pak Dodi dendam atau belum move on terhadap HRW tetapi sebagai bumbuh komunikasi politik supaya suasana Musda mencair dan menetralkan suhu politik”, ujar salah seorang Kader PG senior yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Diketahui oleh peserta dan semua tamu yang hadir saat Musda V Partai Golkar Lubuklinggau, dalam pidato politik dengan tujuan memberikan arahan dan pembinaan DRA mengawalinya dengan guyon bernada menyindir untuk HRW.

“Rodi telah kembali. Ya setelah menghilang sejak lima bulan lalu tanpa komunikasi dengan saya. Tadi ku tanyo dengan Dindo Rodi, kemano bae ngilang selamo limo bulan ini. Tibo-tibo muncul mintak rekomendasi. Tapi tadi sudah dijawabnyo, bahwa Dindo Rodi menerapkan perilaku lockdown”, sontak hadirin tertawa, ada yang bertepuk tangan, ada pula yang berbisik-bisik.

Usai melontarkan guyon dengan sindiran, Dodi kemudian memuji kinerja HRW dalam memimpin Golkar Kota Lubuklinggau. Golkar Lubuklinggau menjadi epicentrum pergerakan politik di Sumsel bagian barat. Sudah beberapa periode pimpinan atau ketua DPRD dari PG.

“Ke depannya saya berharap HRW tegak lurus saja tak usah ke kiri dan ke kanan”, pinta DRA juga dengan nada sindiran.

Sebenarnya bukan saja HRW yang mendapatkan sindiran politis dari DRA. Walikota Lubuklinggau H SN Putra Sohe alias Nanan juga dapat sindiran.

“Sebetulnya Pak Nanan selalu aktif dalam acara Golkar. Setiap ado acara Golkar ku perhatikan selalu ado Pak Nanan. Sudah beberapo kali Pak Nanan calon dan jadi kepala daerah didukung Golkar. Ke depan kito tunggu kepastian Pak Nanan bergabung ke Golkar. Jangan abu-abu terus, kito ini sudah lamo bekawan”, ujar Dodi dengan logat bahasa daerah Palembang.

Meskipun mendapatkan sindiran dari Dodi Reza Alex Noerdin saat pembukaan Musda, hasil akhir Musda V Partai Golkar Kota Lubuklinggau menghantarkan kembali HRW pada posisi pemuncak Parpol berlambang Pohon Beringin di Bumi Sebiduk Semare.

Nyaris tanpa hambatan dalam forum Musda V Partai Golkar Kota Lubuklinggau semua laporan pertanggungjawaban HRW diterima oleh peserta Musda.

Bahkan sekaligus secara aklamasi mendukung kembali Ketua DPRD Kota Lubuklinggau ini melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Lubuklinggau.

Teks : Rehanudin Akil
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait