Sidang Mediasi Kasus Gugatan Wanprestasi Bupati Syarif Gagal Mufakat

Kuasa Hukum Tergugat wacanakan gugat balik.

 

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Kamis, 13/08/2020 – Sidang mediasi II, kelanjutan gelaran kasus gugatan wanprestasi Syaiful Bachri terhadap kerabatnya Drs.HM.Syarif Hidayat, MM (Bupati Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Tergugat 1) dan Silvi Rossiana (Putri Syarif, Tergugat 2), tak mendapatkan kata mufakat.

Gugatan perdata yang diajukan oleh Penggugat Syaiful Bachri melalui Kuasa Hukumnya Gabriel H Fuadi, SH, terhadap HM. Syarif Hidayat di Pengadilan Negeri Lubuk Linggau sudah dilanjutkan pada agenda Sidang Mediasi II.

Sayangnya hingga melampaui agenda Sidang Mediasi II tidak tercapai kata mufakat dari kedua belah pihak. Padahal kedua pihak memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat.

Penggugat Syaiful Bachri merupakan adik ipar Drs.HM.Syarif Hidayat, MM, itu juga artinya tergugat 2 (dua) Silvi Rossiana adalah keponakan bagi Penggugat.

Sidang Mediasi II dipimpin oleh Hakim Mediator Syahreza Papelma, SH, MH, dengan kualifikasi berpengalaman dan bersertifikat dalam melakukan sidang mediasi, tetapi sekali lagi tidak mencapai kata mufakat.

“Dengan tidak tercapainya kemufakatan antara para pihak yang berpekara maka berkas sidangnya saya serahkan kembali kepada Majelis Hakim sebelumnya untuk melanjutkan sidang pokok perkara”, kata Hakim Syahreza Papelma saat dibincangi Swarnanews.co.id.

Menjawab pertanyaan awak media apa penyebabnya terjadi kebuntuan kesepakatan antara kedua pihak, Hakim Syahreza Papelma mengatakan bahwa itu hak para pihak yang berperkara.

Penasehat Hukum pihak Tergugat, Randa Alala, SH dan Ilham Patahilla, SH, MH, Kamis, 13/08/2020.

Kuasa Hukum Penggugat Gabriel H Fuady, SH menyayangkan sikap pribadi Syarif selaku tokoh masyarakat yang saat ini masih mengemban mandat menjadi Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), seharusnya bersikap arif dan bijaksana. Terlebih menyangkut persoalan hukum Dia terhadap kerabatnya sendiri.

“Kalau sudah begini suka atau tidak suka publik akan melihat, membaca bahkan menganggap negatif terhadap Syarif. Bagaimana mungkin dapat mengayomi masyarakat luas secara utuh. Menghormati hak kerabat saja tidak bisa dilakukannya secara baik”, ungkapnya.

Gabriel juga mengungkapkan sebelumnya Ia dan kliennya sangat berharap agar prinsipal tergugat menghadiri Sidang Mediasi II di Pengadilan Negeri Lubuklinggau. Sebab itu menunjukkan itikad baiknya. Tapi faktanya tidak demikian.

“Jangankan mau datang Prinsipal tergugat justeru meminta kita mencabut gugatan dan tidak mengakui persoalan hutangnya terhadap klien kami”, Kata Gabriel.

Permintaan Syarif dan putrinya Silvi kepada pihak Penggugat dibuat dalam naskah usulan mediasi yang ditandatangani oleh keduanya. Kemudian disampaikan oleh Kuasa Hukum Randa Alala, SH dan Ilham Patahilla, SH, MH.

Adapun isi naskah permintaan Tergugat Syarif dan Silvi, pertama pada prinsipnya para Tergugat bersedia menyelesaikan secara kekeluargaan asalkan Penggugat mencabut gugatannya.

Kedua, bahwa terhadap soal hutang piutang tidak benar dan tidak ada. Ketiga, bahwa benar antara Penggugat dan Tergugat selaku keluarga sehingga sangat disayangkan silang sengketa ini bisa terjadi. Keempat, bahwa Tergugat telah menunjukkan sepenuhnya selaku kuasa hukum untuk mengambil semua keputusan-keputusan dalam mediasi secara penuh sesuai kuasa khusus mediasi yang telah andatangani Tergugat.

Naskah usulan mediasi yang berisi empat poin tersebut ditandatangani dengan stempel materai enam ribu oleh Tergugat 1 dan Tergugat 2 termasuk ketiga Kuasa Hukumnya.

Terpisah Kuasa Hukum para Tergugat, Ilham Patahillah, SH, MH dan Randa Alala, SH, mengatakan sidang akan digelar setelah proses mediasi gagal.

“Bahwa untuk proses sidang tingkat mediasi gagal, dan akan dilanjutkan ke persidangan pokok. Mengenai waktunya kami menunggu relas panggilan Pengadilan Negeri Lubuklinggau Kelas I B, kapan dilanjutkannya sidang dengan agenda pembacaan gugatan Penggugat”, ungkap Ilham.

Pada Sidang Mediasi II, lanjut Ilham pihaknya telah menyampaikan kuasa khusus mediasi untuk authority to decide memutuskan untuk dilanjutkan ke persidangan dengan alasan Penggugat tidak bersedia mencabut dan meminta maaf. Sedangkan kalau persoalan pokok nanti lengkapnya akan Ia sampaikan pada agenda jawaban dipersidangan.

Kendati demikian Ilham juga masih yakin untuk jalan perdamaian masih terbuka meskipun mediasi gagal.

“Proses perdamaian masih bisa dilakukan sebelum putusan dari pengadilan berkekuatan hukum”, kata Ilham.

Randa Alala, SH juga membantah kalau untuk persoalan hutang piutang antara kliennya dan pihak Penggugat dipastikan tidak ada.

“Itu tidak ada dan tak benar sama sekali. Tapi kalau ditanya apakah ada nuansa politisnya, maka kemungkinan juga bisa terjadi karena sekarang dalam tahun politik bisa jadi gugatan tersebut ada kearah sana. Tetapi klien kami dan kami juga yakin bahwa hukum itu benar bagi yang benar, dan berharap masyarakat sekarang sudah pintar tentu dapat menilai dengan arif bijaksana menghormati proses hukum. Dengan demikian kami akan mengambil sikap untuk mengajukan gugatan balik nantinya sesuai hukum acara dan upaya lainnya”, papar Lala.

Sebelumnya pada Sidang Mediasi I para Tergugat tidak hadir di Pengadilan Negeri Lubuklinggau Kelas I B, menurut informasi yang disampaikan Kuasa Hukum Tergugat 1 Drs HM Syarif Hidayat, MM bin H Jahri tidak dapat hadir ke muka peradilan pada sidang perdana gugatan perdata ini lantaran sedang berada di Kota Palembang dalam rangka proses pengajuan cuti dari jabatannya sebagai Bupati Muratara terkait prasyarat untuk maju lagi sebagai bakal calon Bupati Musi Rawas Utara periode 2020-2025 yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang.

“Sedangkan Tergugat 2, Silvi Rossiana binti Drs HM Syarif Hidayat, kondisinya kurang enak badan atau sakit”, kata Lala sapaan akrab Randa Alala, SH.

Sidang kasus perdata dengan Nomor Perkara 25/Pdt.G/2020/PN Llg, telah dua kali melalui Sidang Mediasi tetapi gagal mufakat.

Untuk mengingatkan publik berdasarkan informasi lapangan bahwa gugatan wanprestasi Syaiful Bachri atas kakak iparnya HM Syarif Hidayat dan kemenakannya Silvi Rossiana terkait perkara hutang piutang.

Salah satu sumber lapangan yang tidak mau ditulis identitasnya menyebutkan bahwa Syarif memiliki hutang pribadi senilai Rp.880 juta hingga Rp.1 miliar kepada adik iparnya Syaiful Bachri.

Hutang sejumlah tersebut merupakan akumulasi beban keuangan saat Syarif menempuh kontestasi politik Pilkada baik di Musi Rawas pada tahun 2005, Pilkada Kota Lubuklinggau, hingga Pilkada Muratara empat tahun yang lalu.

“Bahkan ada pula beban hutang saat Syarif tersandung kasus hukum”, kata sumber yang tak mau dituliskan identitasnya itu.

Teks/Editor : Tim
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait