Makna 10 Muharram, Pedas Berbagi 1000 Porsi Bubur Asyura

SWARNANEWS CO.ID, PALEMBANG –Tradisi menyambut Hari Raya Asyura 10 Muharram 1442 Hijriah dimaknai sebagai berbagi untuk khalayak umum, baik itu menyantuni anak Yatim maupun tak mampu.

Asyura rutin di lakukan oleh para sesepuh masyarakat Palembang sebelumnya dan menjadi sebuah tradisi, seperti membuat bubur Asyura untuk dibagikan masyarakat umum.

Tradisi ini terus dilestarikan dan membudaya, sekaligus berkembang ditengah masyarakat Palembang. Sehingga Organisasi Masyarakat (Ormas) Pelembang Darussalam Sepakat (Pedas) ikut berbagi 1000 porsi bubur Asyura.

Ketua Harian Pedas, RM Salahuddin mengatakan, makna Asyura melalui 10 Muharram 1442 H ini sebagai meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT agar bertambah.

“Sesuai hasil kesepakatan seluruh anggota Pedas, alhamdulillah 1000 porsi bubur Asyura dibagikan kepada masyarakat, dan kedepan akan menjadi program Pedas yang berkesinambungan,” tutur ketua Harian Pedas kepada media, Sabtu (29/8).

Kedepan tradisi ini akan menjadi program Pedas yang berkesinambungan dan menjadi agenda setiap tahunnya, sesuai dengan program kerja pedas dalam bidang budaya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Palembang, Kms Anwar Beck
menyampaikan, sejak Agama Islam masuk di Sumsel, tradisi bubur Asyura 10 Muharram sudah dilakukan, dan itu menjadi kebiasaan masyarakat Palembang hingga melekat sampai sekarang.

” Masyarakat Palembang memaknai bubur Asyura ini untuk saling bersilaturahmi dengan para saudara dan kerabat biar bertambah, hingga terjalin erat,” kata Kms Anwar.

Teks : iwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait