Elektabilitas H2G Masih Tertinggi

Riset IRG, 25 Juli – 25 Agustus 2020

 

SWARNANEWS.CO.ID, MUSIRAWAS | Tingkat keterpilihan (Elektabilitas) H Hendra Gunawan(H2G) masih tertinggi dibandingkan para Bakal Calon Bupati (Bacalonbup) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Musi Rawas 2020, demikian hasil rilis lembaga riset dan kajian independen Indonesia Riset Global (IRG), Minggu, 30/08/2020.

Direktur Eksekutif IRG Mukhlis Muhammad Isa kepada belasan awak media, komunitas pemuda, aktivis demokrasi dan para mahasiswa yang hadir menyampaikan hasil riset dan kajian lembaganya di Aula Kampus B Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAIS BS) Lubuklinggau tadi malam (red: Minggu, 30/08/2020, pukul 20.00 WIB)

Dikatakan Mukhlis bahwa pihaknya sejauh ini masih bebas dan merdeka dalam melakukan proses riset maupun mengkaji situasi dinamika politik yang sedang berlangsung di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Meskipun diakuinya pasca merilis hasil riset dan kajian tentang dinamika politik untuk Pilkada di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sepekan lalu menimbulkan tanggapan dari banyak pihak.

“Ya ada yang mempertanyakan metoda riset dan kajian yang telah kami lakukan. Sekali lagi saya katakan bahwa apa yang kami kerjakan jauh dari tudingan tidak netral, partisan, berpihak ke salah satu kontestan. IRG kerangka kerja dan tujuan pendiriannya untuk mematuhi rambu dan pedoman ilmiah yang baku. Bukan kirologi, mengira-ngira, cocoklogi dan sebagainya. Sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan. Makanya basis data menjadi dasar kajian IRG. Boleh protes, kritik terhadap rilis kajian dan riset kami asalkan dengan penyajian data yang valid”, papar Mukhlis dengan tegas.

Terkait riset dan kajian IRG terhadap situasi menjelang Pilkada di Bumi Lan Serasan Sekentenan (Kabupaten Musi Rawas) diakui Mukhlis situasinya cukup menantang lantaran luas bentang wilayahnya lumayan luas ada 186 Desa, 13 Kelurahan dan 14 Kecamatan.

“Sehingga tim kerja kami tersebar di titik terujung paling utara dan selatan serta di tengah wilayah Mura. Seperti di kawasan Desa Napal Melintang Kecamatan Selangit, kawasan HTI Kecamatan BTS Ulu Cecar”, kata dosen STAIS BS yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa program doktor di Universitas Sahid Jakarta.

Masih kata Mukhlis, riset terkait Pilkada Musi Rawas dilakukan dalam rentang 25 Juli hingga 25 Agustus 2020. Sehingga hasil riset dan kajian terbatas untuk kondisi dan situasi dalam kurun waktu tersebut. Sedangkan dalam waktu sepekan terakhir dinamika politik di Mura mengalami peningkatan, suhunya naik cepat lantaran sudah ada Bapaslon yang mendeklarasikan pencalonan mereka.

Pada kesempatan yang sama Direktur Harian IRG, Wawan Sopiyan menguraikan riset bertujuan untuk mengungkap beberapa hal antara lain :
1. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati.
2. Popularitas bakal calon Bupati
3. Akseptabilitas bakal calon Bupati
4. Elektabilitas bakal calon Bupati.
5. Tingkat popularitas bakal calon Wakil Bupati
6. Tingkat akseptabilitas bakal calon Wakil Bupati.
7. Tingkat elektabilitas bakal calon Wakil Bupati.
8. Kecenderungan penggunaan media oleh masyarakat sebagai sumber informasi untuk mengetahui tentang bakal calon.
9. Pragmatisme pemilih pada Pilkiada
10. Waktu pemilih menetapkan pilihan final
11. Tokoh yang dapat mempengaruhi pilihan
12. Masalah krusial yang harus segera diselesaikan Bupati-Wakil Bupati terpilih.

Adapun lanjut Wawan Sopiyan, jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 868 atau 0,003% dari 289.000 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Musi Rawas yang ditetapkan KPU. Dengan tingkat kepercayaan data 95% dan margin of error 5%.

Wawan Sopiyan juga menjelaskan metode pengambilan sample menggunakan metode Multi Stage Random Sampling. Dengan sasaran responden dibagi dalam tiga katagori varian. Antara lain Generasi X dengan usia 40-55 tahun sebanyak 356 responden atau sebanding dengan 41%. Generasi Milenials usia 26-39 tahun, ada 278 responden sebanyak 32%, kemudian ada 234 responden atau 27% Generasi Z dengan usia 17-25 tahun.

Berdasarkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati saat ini sampai rentang waktu riset ini dilakukan ada 40% responden mengatakan puas, 33% biasa saja dan 26% mengatakan tidak puas.

IRG juga melakukan uji publik tingkat keterkenalan (populeritas) parah tokoh yang digadangkan maju sebagai bacalon Bupati. Antara lain Hendra Gunawan (75%), Suwarti (75%), Ratna Machmud (65%) dan Firdaus Cik Olah 68% dan sebanyak 3% tidak mengatakan satupun diantara mereka.

Lalu uji publik juga dilakukan terhadap tingkat penerimaan atau akseptabilitas dan elektabilitas (tingkat keterpilihan) calon pemilih terhadap keempat tokoh tersebut dalam kapasitasnya sebagai calon Bupati. Hasilnya H Hendra Gunawan atau yang populer dengan sebutan H2G (35%), Firdaus Cik Olah / FCO (21%), Ratna Machmud (20%), Suwarti (19%) selebihnya sebanyak 5% mengatakan tidak tahu.

Pada fase selanjutnya IRG juga melakukan pengujian tentang populeritas tokoh bacalon Wabup dengan meriset nama-nama yang santer digadangkan untuk maju dalam perhelatan Pilkada Mura 09 Desember 2020 nanti. Antara lain; Hj Suwarti (75%), Triono (25) Mulyana (15%), Amir Hamzah (10%), ( Azandri 15%) dan Suparto H Ujang (10%).

“Pada fase ini sebagai wakil bupati petahana Hj Suwarti dikenal dan lebih populer. Sedangkan Triono selain sebagai ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Musi Rawas juga baru saja gencar melakukan sosialisasi untuk maju sebagai calon Bupati melalui jalur perseorangan berpasangan dengan Akmaludin Mustofa.

IRG juga mendalami tokoh atau siapa yang memberikan pengaruh terhadap terhadap masyarakat dalam menentukan pilihannya. Ternyata 60% responden menjawab mereka tidak terpengaruh pihak manapun. Artinya mandiri dalam melakukan atau menentukan pilihan.

Selebihnya 40% pemilih dipengaruhi oleh orang tua (10%), tokoh agama atau Kyai/Ustadz (9%), Tokoh Adat (7%), Kepala Desa (5%), Tokoh Pemuda (3%), Tokoh Perempuan (4%) dan Tokoh Parpol (2%).

Masyarakat Mura menaruh harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk menyediakan atau mengatasi masalah lapangan pekerjaan. Hal ini terlihat dari jawaban responden ketika ditanya hal krusial apa saja yang harus segera dituntaskan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Sejumlah 25% responden menjawab masalah lapangan pekerjaan, 20% masalah kondisi ekonomi yang sulit, 15% ketersediaan infrastruktur yang memadai, juga 15% responden mengharapkan Bupati dan Wakil memberikan rasa aman dan mampu menekan kriminalitas. Responden yang menghendaki biaya berobat yang terjangkau dengan pelayanan yang baik sebanding dengan jumlah responden yang mempermasalahkan biaya pendidikan yaitu sama-sama 10%, selebihnya 5% masyarakat Musi Rawas menghendaki peningkatan pelayanan birokrasi.

IRG juga mencoba mengulik darimana sumber sarana informasi warga Musi Rawas tentang Bacalon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlaga di panggung demokrasi 09 Desember 2020 nanti.

Ternyata dari tebaran baliho bakal kandidat cukup memberikan andil, terbukti sebanyak 37% responden mengaku tahu dari Baliho, 33% dari aplikasi Facebook, koran (10%), instagram (10%), group whatsapp (5%) dan radio (5%).

Kemudian apa saja yang menjadi pertimbangan dalam memilih pemimpin. Ternyata cukup variatif alasan warga Mura dalam memilih pemimpin. Setidaknya ada tercatat sebanya sembilan pertimbangan antara lain, merakyat (20%) hal ini dipilih paling banyak responden.

Kemudian secara akumulatif pemimpin yang memiliki visi dan misi yang baik, bersih dari KKN dan berpengalaman dalam pemerintahan didukung sebanyak 45%. Ada 10% responden memilih pemimpin karena figur jujur, 10% karena memiliki latar belakang etnis yang sama. Sisanya 15% terbagi rata responden memilih karena tiga hal yaitu berwibawa, hubungan keluarga dan berpendidikan tinggi.

Tidak jauh berbeda dengan keadaan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengenai sikap pragmatisme atau politik uang. Jika hasil rilis IRG sepekan lalu mencatat untuk Muratara sampai 70%, maka Musi Rawas sedikit lebih rendah angka politik uang 65%. Tentunya ini menjadi perhatian serius bagi penyelenggara pemilu terutama jajaran Bawaslu.

Tingginya angka politik uang mungkin berkorelasi dengan sikap warga yang mengaku mantap menentukan kandidat akan dipilihnya pada saat menjelang pelaksanaan Pilkada. Sebanyak 60% responden mengaku mantap dan menentukan pilihan terakhirnya pada H-1.

Direktur Eksekutif IRG Mukhlis Muhammad Isa kembali menegaskan bahwa riset dan kajian ini merupakan kondisi riil dalam rentang waktu 25 Juli hingga 25 Agustus 2020.

“Tentu saja semua angka dan persentase yang ditunjukkan diagram dalam riset ini pastinya mengalami banyak perubahan seiring dengan dinamika pergerakan politik pilkada di Musi Rawas. Kami berharap hasil riset dan kajian IRG memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan”, tutupnya.

Teks : Rehanudin Akil
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait