Peluang dan Tantangan Kelembagaan Ekonomi dalam Mendukung Pembangunan Pedesaan Gambut

SWARNANEWS.CO.ID | Keberadaan lahan gambut cenderung dinilai dari sisi ekonomi dibanding dari nilai dan fungsi ekologinya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan antar sektor maupun antar wilayah dan bahkan antar berbagai kepentingan pihak-pihak lainnya. Di sisi lain, pengelolaan lahan gambut yang lebih bersandar pada nilai ekonomi akan cenderung lebih memihak kepada pemilik modal, memarjinalkan hak-hak masyarakat serta dapat mengabaikan fungsi ekologi lahan gambut. Upaya pembentukan dan penguatan kelembagaan ekonomi desa merupakan hal yang penting dalam memastikan terlaksananya kegiatan revitalisasi sosial ekonomi dalam konteks restorasi. Pentingnya harmoni dengan lahan gambut berbasis ekonomi yang dapat menjamin penghidupan masyarakat namun tidak melanggar ekosistem gambut, karenanya penting meningkatkan daya dukung, pengembangan kebudayaan pertanian yang adaptif dan inovatif.

Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, pada hari Selasa, 1 September 2020 telah melaksanakan Seminar Nasional dengan tema Peluang dan Tantangan Kelembagaan Ekonomi dalam Mendukung Pembangunan Perdesaan Gambut secara daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube. Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE selaku Rektor Universitas Sriwijaya beserta Ir. Nazir Foead, M.Sc selaku Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia pada pidato pembukaan, mengatakan bahwa seminar nasional tersebut dilaksanakan rangka untuk melihat peluang dan tantangan UMKM, Koperasi dan Bumdes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa lahan gambut, mengkaji pendekatan-pendekatan pengelolaan serta kolaborasi dan kemitraan lembaga ekonomi dan keterlibatan masyarakat desa, mempromosikan konsep Program Desa Peduli Gambut dan pengelolaan sumberdaya alam secara demokratis dan berkelanjutan serta merumuskan arah dan kebijakan nasional terkait penguatan kelembagaan ekonomi desa.

Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Mohammad Adam, SE, ME melaporkan bahwa Seminar Nasional ini diikuti lebih dari 1000 orang peserta yang berasal dari praktisi, akademisi, pelaku UMKM dan mahasiswa. Seminar ini mengundang Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Republik Indonesia (dalam konfirmasi), Drs. Teten Masduki yang menyajikan paparan mengenai Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional Berbasis Koperasi dan UMK. Selain itu beberapa pakar seperti Taufik Madjid, S.Sos., M.Si (Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia), Dr. Myrna A. Safitri (Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut RI), Tuwon (Pembina Bumdes Wiraguna Desa Ganesha Kabupaten Banyuasin) serta Dr. Sukanto SE, M.Si juga turut diundang untuk menyukseskan acara ini.

Beberapa materi disajikan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai masalah pembangunan pedesaan gambut yang dipandu oleh moderator Dr. Muhammad Subardin, M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Taufik Madjid, S.Sos., M.Si menyajikan materi mengenai Pengembangan Usaha Ekonomi Pedesaan Berbasis Bumdes sedangkan pembahasan mengenai Potensi dan Tantangan Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan Gambut dipaparkan oleh Dr. Myrna A. Safitri selaku Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut RI. Tuwon, pembina bumdes wiraguna di desa Ganesha Kabupaten Banyuasin, juga turut berpartisipasi dengan berbagi pengalamannya dalam seminar ini mengenai bagaimana pengelolaan Bumdes untuk meningkatkan ekonomi masyarakat perdesaan gambut. Melengkapi pembahasan dalam seminar ini, Dr. Sukanto SE, M.Si selaku dosen sekaligus peneliti dengan kepakaran ekonomi desa dari Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya juga turut memberikan pemaparannya mengenai Pengaruh Kelembagaan Ekonomi terhadap Peningkatan Kesejahteraan di Perdesaan Gambut.

Hasil dari seminar nasional ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah dokumen Policy Brief terkait perumusan arah dan kebijakan Penguatan Kelembagaan Ekonomi di Kawasan Perdesaan Gambut: UMKM, Koperasi dan Bumdes yang dapat bermanfaat bagi banyak pihak yang berkepentingan.

Teks : Rilis
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait