Sebagian Desa di Banyuasin Minus Jaringan Internet

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Sebagian desa yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin sulit mendapatkan akses ke jaringan internet. Sementara saat ini, internet sudah menjadi bagian kebutuhan masyarakat. Baik untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi.

Saat ini masyarakat yang bertempat tinggal di desa-desa tersebut, ketika ingin melakukan komunikasi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja maupun mencari informasi terkini, harus rela keluar rumah. Dan, lokasi untuk komunikasi maupun akses internet tersebut, hanya ada di titik-titk tertentu saja, misalnya di dataran yang tinggi. Sementara ketika memasuki dataran rendah secara otomatis handphone milik mereka berada di luar jangkauan.

Pj. Kades Tanjung Beringin Suhardi mengatakan bahwa di wilayah desanya bukan hanya lambat, tapi bisa dikatakan tidak ada jaringan internet sama sekali. “Kadang kami ketinggalan informasi. Biasanya suka ada informasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, tapi kami di sini tidak tahu lantaran jaringan tidak ada,” keluhnya, Kamis (27/08/2020).

Sejumlah warga lain yang berhasil ditemui Media ini juga mengeluhkan, lambatnya jaringan internet di Desa Tanjung Beringin, Desa Sukaraja baru, Sukaraja 1, Terentang, dan masih banyak desa lain di wilayah Banyuasin, yang kesulitan jaringan internet. Sebab, tidak ada tower yang dibangun oleh pemerintah daerah lewat Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin.

“Harapan saya lewat berita ini, saya selaku penampung aspirasi masyarakat Desa Tanjung Beringin mengharapkan kepada instansi terkait agar bisa membantu membangun salah satu tower. Dengan adanya pembangunan tower, Insya Allah jaringan internet dan informasi dari luar bisa kami lihat. Sekaligus pula kami dapat melakukan publikasi apapun kegiatan yang ada wilayah desa kami. Maka dengan ini sekali lagi saya harapkan untuk membangun salah satu tower di wilayah kami,” tutur dia.

Keluhan tersebut juga sampaikan Ketua BPD Tanjung Beringin Rizal. Menurut dia bagi pengguna android, internet sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena hal itu merupakan tuntutan dari perkembangan jaman.

“Di sini susah nian sinyal kak, kalau mau ada sinyal harus keluar rumah atau pergi ke tempat tertentu. Misal, ke daerah dataran ,” kata Banyuasin Tanjung Beringin Rizal, kepada media ini.

Kata dia, keterbatasan jaringan komunikasi membuat masyarakat buntu dalam mengakses informasi atau berkarya melalui dunia maya. Misalnya, untuk mengenalkan produk lokal seperti hasil home industry, anak-anak sekolah belajar daring dan sebagainya. Apalagi di era teknologi ini hampir sebagian besar serba online.

“Kami meminta kepada pemangku kebijakan, agar memperhatikan warganya terutama yang ada di daerah pelosok desa. Pemerintah pusat sempat menggembar-gemborkan program internet masuk desa, Merdeka sinyal, tapi kok desa kami masih jauh dari informasi,,” ungkap dia.

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait