NTP Pedesaan Sumsel Menurun 0,29 Persen

SWARNANEWS.CO.ID,PALEMBANG – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih memaparkan nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bulan Agustus 2020, tercatat sebesar 94,17 atau naik sebesar 2,67 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 2,38 persen.

“Kenaikan NTP itu, berbanding terbalik dengan rata-rata indeks yang
dibayarkan petani (Ib) yang mengalami penurunan sebesar 0,29 persen,” jelasnya, Selasa (1/9/2020).

Lebih lanjut, kata Endang bahwa kenaikan NTP bulan Agustus 2020 itu dipengaruhi oleh naiknya NTP pada subsektor perkebunan yang naik sebesar 4,11 persen.

Sedangkan subsektor lainnya mengalami penurunan seperti tanaman pangan 0,11 persen, hortikultura 1,16 persen, peternakan 1,95 persen, perikanan 0,55 persen, perikanan tangkap 0,87 persen
dan dan perikanan budidaya 0,10 persen.

“Agustus 2020, Sumsel terjadi deflasi perdesaan sebesar 0,39 persen yang disebabkan oleh turunnya rata
-rata harga indeks di kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang turun sebesar 0,83 persen,” katanya.

Untuk kelompok yang
mengalami kenaikan tambah Endang yakni, pakaian dan alas kaki 0,24 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,33 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah
tangga 0,24 persen, kesehatan 1,37 persen, transportasi 0,19
persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,27 persen.

“Untuk rekreasi seperti olahraga dan budaya 0,02 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,63 persen. Sedangkan untuk kelompok pendidikan dan penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak mengalami perubahan,” jelas Endang.

Endang mengungkapkan, bahwa NTP merupakan perbandingan indeks harga komoditas pertanian
yang di produksi oleh petani (It) terhadap indeks harga barang atau jasa yang dibayar petani untuk keperluan konsumsi rumah tangga dan biaya produksi (Ib).

“Ini merupakan salah satu
indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di daerah perdesaan. NTP juga
menunjukkan daya tukar (termtrade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani,” ungkap Endang

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 96 kecamatan yang tersebar di 12 kabupaten di Sumsel pada Agustus 2020, NTP Sumsel naik 2,67
persen dibandingkan NTP Juli, yaitu dari 91,72 menjadi 94,17 persen.

“Kenaikan NTP pada Agustus
2020 itu disebabkan oleh indeks harga hasil produksi pertanian yang mengalami rata-rata kenaikan harga
sebesar 2,38 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani secara umum mengalami rata-rata penurunan sebesar 0,29 persen,” terang Endang.

Teks : Iwan
Editor : Sarono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait